Kata Siapa Anak Muda Tidak Bisa Kaya? Simak 5 Pebisnis Milenial Nusantara yang Inspiratif Disini!

Kata Siapa Anak Muda Tidak Bisa Kaya? Simak 5 Pebisnis Milenial Nusantara yang Inspiratif Disini!

Tidak perlu menunggu tua untuk menjadi kaya. 5 orang disini berhasil membuktikan ke orang-orang bahwa mereka berhasil sukses dengan usaha sendiri. Siapa saja itu?

Kaesang Pangarep

Kaesang Pangarep, pengusaha makanan Sang Pisang

Siapa yang tidak tahu Kaesang? Kaesang adalah putra ketiga Jokowi, Presiden Indonesia saat ini. Hebatnya, ia tidak memanfaatkan fasilitas ayahnya untuk berbisnis. Alih-alih meminta modal usaha ke ayahnya, Kaesang malah mencari modal sendiri dari kreativitasnya di YouTube.

Dalam waktu 3 bulan bisnis kuliner pisang nugget yang bernama ‘Sang Pisang’ berhasil membuka 4 cabang. Kini, omzet Sang Pisang bisa mencapai triliunan rupiah!

Putri Indahsari Tanjung

Putri Indahsari Tanjung, Founder Creativepreneur

Menjadi anak Chairul Tanjung, tentu nama besar sang ayah tak bisa jauh dari Putri Indahsari Tanjung. Di usianya yang kini menginjak 22 tahun, anak Chairul Tanjung, Putri Indahsari Tanjung telah sukses berkat kerja kerasnya tanpa memanfaatkan nama besar Chairul Tanjung.

Putri mengawali karir bisnisnya dengan mendirikan event organizer (EO) El Paradiso pada 2011 saat usianya baru genap 15 tahun. Tugasnya, menggarap kegiatan-kegiatan pesta kecil-kecilan seperti perayaan ulang tahun.  Dia mendirkan EO dengan label Creativepreneur pada 2014. Fokusnya pada penyelenggaraan penyebaran ide-ide kreatif dan entepreneurship anak-anak muda.

Di awal menjalani bisnis ini, dirinya harus jatuh bangun sebelum akhirnya mendapat banyak kepercayaan sejumlah perusahaan untuk jadi EO penyelenggaraan acara mereka. Dia pernah mendatangi 30 perusahaan. Namun dari semua itu , 25 perusahaan menolaknya.  Dirinya juga sempat beberapa kali ditolak orang yang ingin dia jadikan pengisi acara yang diselenggarakannya. Namun, usahanya kini membuahkan hasil. Putri berhasil mendapatkan banyak channel dan uang yang didapatkan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

Ria Ricis

Ria Yunita alias Ria Ricis tidak pernah sepi pemberitaan. Pasalnya, perempuan kelahiran 1995 ini sering banget mendapat cibiran pedas lantaran dirinya sering mengunggah kegiatan yang dianggap oleh sebagian netizen nyeleneh.

Terlepas dari semua itu, kini Ricis dikenal sebagai salah satu influencer dengan penghasilan terbanyak. Banyaknya bisnis yang digelutinya serta aktifnya ia di Instagram, membuat pundi-pundi uangnya terus bertambah.

Bisnis yang ia tangani antara lain Hijab Ricis, Ayam Geprek Ok-Cis, dan Surabaya Patata

Dian Pelangi

Dian Pelangi, Desainer milenial sukses

Perjuangan dan kerja keras dalam membesarkan usahanya selama beberapa tahun membuahkan hasil manis. Bahkan, bisnisnya berhasil menembus pasar internasional.

Kini bisnis yang digeluti wanita kelahiran Padang, 14 Januari 1991 ini telah melebarkan sayapnya bukan hanya di wilayah Asia aja tapi juga merambah pasar Eropa dan Amerika.

Hal itu menjadi sebuah pencapaian yang sangat luar biasa terlebih lagi jika dilihat dari usianya yang masih terbilang muda, 27 tahun.

Kesuksesan yang ia raih sekarang tentu tidak didapatnya secara instan. Pasalnya, Dian tetap mampu bertahan di dunia bisnis fashion muslim saat belum happening seperti saat ini. Apalagi, di awal berdirinya usahanya, pasar busana muslim di Indonesia masih berkutat pada model yang itu-itu aja.

Dian pantang menyerah. Pemilik nama lengkap Dian Wahyu Utami ini terus membuat inovasi dan berjuang hingga sukses seperti sekarang.

Hamzah Izzulhaq

Hamzah Izzulhaq, Pengusaha bimbel dan sofabed

Pemuda yang kerap disapa dengan sebutan Hamzah ini terlahir dari sebuah keluarga sederhana. Ayahnya adalah seorang dosen, sedangkan sang ibunda adalah guru SMP. Secara finansial, Hamzah tidak termasuk dalam golongan yang kekurangan. Ia selalu menerima uang saku yang lebih dari cukup. Namun, sifat mandiri dan ingin memiliki uang saku lebih banyak-lah yang membuat Hamzah akhirnya rela menukar waktu bermainnya untuk mencari penghasilan bersama beberapa orang teman lainnya yang secara finansial masuk dalam kategori kurang mampu.

Namun, kesuksesan Hamzah tak selamanya mulus. Ia juga pernah mencoba peruntungan bisnis berjualan pulsa dengan salah satu temannya. Bisnis itu terpaksa harus gulung tikar karena omzet yang didapat sering kali dipakai tanpa sepengetahuan dan seizin Hamzah. Tetapi, pemuda satu ini tak putus asa. Dengan bermodalkan sisa tabungan yang ada di bank, Hamzah kembali berjualan pulsa. Beberapa bulan setelahnya, Hamzah membeli alat mesin pencetak pin karena melihat peluang bisnis di sekolahnya yang sering mengadakan sejumlah acara seperti pentas seni. Order yang ia terima pun cukup besar, tetapi lagi-lagi Hamzah harus menelan kekecewaan karena merugi akibat kurang menguasai teknik sehingga tak sedikit produk yang gagal cetak dan mesin rusak.

Hamzah bertemu dengan partner bisnisnya yang menawarkan kerjasama usaha franchise bimbingan belajar atau bimbel bernama Bintang Solusi Mandiri. Berbekal laporan keuangan salah satu cabang bimbel yang kebetulan ingin di take over dengan harga sekitar Rp 175.000.000, Hamzah pun memberanikan diri untuk menyetujui penawaran tersebut. Melalui franchise bimbel itulah, Hamzah mengembangkan sayap bisnisnya. Keuntungan demi keuntungan pun diraup dan selalu diputar kembali untuk mengembangkan bisnis tersebut. Saat ini, Hamzah mampu meraih omzet hingga lebih dari Rp 300.000.000 per semester dengan nett profit sekitar Rp 180.000.000. Sungguh angka yang fantastis bukan?