Insight Bisnis / Keuangan / Apa Itu Mark Up? Cara Menentukan Harga Jual yang Menguntungkan

Apa Itu Mark Up? Cara Menentukan Harga Jual yang Menguntungkan

20 Februari 2026 | marketing

Kasir Pintar

Menentukan harga jual adalah salah satu keputusan paling penting dalam bisnis. Harga yang terlalu tinggi bisa membuat pelanggan lari, sedangkan harga yang terlalu rendah bisa membuat bisnis tidak untung, bahkan rugi. Di sinilah konsep mark up berperan penting.

Banyak pelaku usaha, terutama UMKM, masih menentukan harga hanya berdasarkan “kira-kira” atau mengikuti harga pesaing tanpa perhitungan jelas. Padahal, memahami mark up membantu bisnis mendapatkan keuntungan yang sehat sekaligus tetap kompetitif di pasar.

Apa Itu Mark Up?

Mark up adalah selisih antara harga beli (atau biaya produksi) dengan harga jual suatu produk. Selisih ini menjadi sumber keuntungan kotor bisnis sebelum dikurangi biaya operasional lainnya.

Secara sederhana:
Mark up = Harga Jual – Harga Pokok

Mark up biasanya dinyatakan dalam persentase dari harga pokok barang.

Kenapa Mark Up Penting dalam Bisnis?

Mark up membantu bisnis:

  • Menentukan harga jual yang masuk akal
  • Menjamin adanya margin keuntungan
  • Menutup biaya operasional
  • Menjaga arus kas tetap sehat
  • Membantu perencanaan keuangan

Tanpa mark up yang tepat, bisnis bisa terlihat ramai tapi sebenarnya tidak menghasilkan laba.

Perbedaan Mark Up dan Margin

Banyak orang menyamakan keduanya, padahal berbeda.

Mark up dihitung dari harga pokok.
Margin dihitung dari harga jual.

Contoh sederhana:
Harga pokok Rp10.000, harga jual Rp15.000.

Mark up = Rp5.000 atau 50% dari harga pokok.
Margin = Rp5.000 atau sekitar 33% dari harga jual.

Cara Menghitung Mark Up

Rumus mark up dalam persen:

Mark Up (%) = (Harga Jual – Harga Pokok) / Harga Pokok × 100%

Contoh:
Harga pokok produk Rp20.000
Harga jual Rp30.000

Mark up = (30.000 – 20.000) / 20.000 × 100% = 50%

Langkah Menentukan Mark Up yang Tepat

Menentukan mark up tidak boleh asal. Berikut langkah-langkahnya.

1. Hitung Harga Pokok Secara Lengkap

Harga pokok bukan hanya harga beli bahan, tapi juga:

  • Biaya produksi
  • Kemasan
  • Transportasi
  • Tenaga kerja
  • Listrik dan air

Jika ada biaya yang terlewat, keuntungan akan tergerus.

2. Perhatikan Biaya Operasional

Mark up harus cukup untuk menutup biaya operasional seperti sewa tempat, gaji karyawan, dan promosi.

3. Sesuaikan dengan Jenis Produk

Produk kebutuhan sehari-hari biasanya punya mark up lebih kecil, tapi volume penjualannya tinggi.

Produk unik atau premium bisa memiliki mark up lebih besar.

4. Lihat Harga Pasar

Bandingkan dengan pesaing. Harga tidak boleh terlalu jauh dari pasar, kecuali kamu punya nilai tambah yang jelas.

5. Pertimbangkan Daya Beli Target Pasar

Harga harus sesuai dengan kemampuan pelanggan. Produk bagus tapi terlalu mahal akan sulit laku.

6. Sisakan Ruang untuk Diskon

Jika sering memberi promo, mark up harus cukup agar bisnis tetap untung meski ada potongan harga.

Kesalahan Umum dalam Menentukan Mark Up

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

Tidak menghitung biaya secara lengkap.
Meniru harga pesaing tanpa tahu struktur biaya sendiri.
Menentukan harga hanya berdasarkan perasaan.
Tidak memperbarui harga saat biaya naik.

Mark Up Ideal untuk Berbagai Jenis Usaha

Retail biasanya menggunakan mark up 20–50%.
Kuliner bisa 50–70% tergantung jenis produk.
Produk fashion atau aksesoris bisa lebih tinggi karena faktor tren dan desain.

Namun angka ini tidak mutlak, tergantung kondisi bisnis.

Dampak Mark Up Terlalu Rendah

Bisnis terlihat ramai tapi laba kecil.
Sulit berkembang karena keuntungan habis untuk biaya.
Tidak punya dana cadangan.

Dampak Mark Up Terlalu Tinggi

Harga tidak kompetitif.
Pelanggan beralih ke pesaing.
Perputaran stok melambat.

Baca Juga : Kenapa Total Cost Ownership Penting Sebelum Membeli Aset Bisnis?

Baca Juga : Arus Kas Sehat = Bisnis Kuat, Emang Iya ? Ini Cara Mengukurnya

Mark up adalah kunci dalam menentukan harga jual yang menguntungkan. Dengan menghitung harga pokok secara lengkap, memahami biaya operasional, dan menyesuaikan dengan kondisi pasar, bisnis bisa menetapkan harga yang sehat.

Menentukan mark up bukan sekadar mencari untung besar, tetapi menjaga keseimbangan antara keuntungan bisnis dan daya beli pelanggan. Dengan strategi harga yang tepat, bisnis bisa tumbuh stabil dan berkelanjutan. 

Rekomendasi Aplikasi Kasir Android yang Tepat

Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh ! 

Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar

Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :

- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi

 

Pintar HR: Solusi HRIS Modern untuk Bisnis Masa Kini

Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.

Kenapa Harus Pintar HR?

✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan

Solusi Tepat untuk UMKM & Bisnis Bertumbuh

Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!

📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com

Artikel Terkait

Kasir Pintar lazyload
Kasir Pintar

Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar

Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat

Download Sekarang

Lihat Brosur