Insight Bisnis / Keuangan / FIFO vs LIFO: Apa Perbedaannya dalam Manajemen Stok?

FIFO vs LIFO: Apa Perbedaannya dalam Manajemen Stok?

10 Juni 2026 | marketing

Kasir Pintar

Dalam bisnis yang mengelola persediaan barang, baik retail, distribusi, manufaktur, maupun F&B, pengelolaan stok menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kelancaran operasional dan keuntungan usaha. Salah satu aspek yang perlu dipahami dalam manajemen persediaan adalah metode pencatatan dan pengeluaran stok, yaitu FIFO (First In, First Out) dan LIFO (Last In, First Out).

Kedua metode ini memiliki cara kerja yang berbeda dalam mengatur arus keluar barang dari gudang atau persediaan. Pemilihan metode yang tepat dapat membantu bisnis mengelola stok dengan lebih efisien sekaligus menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat.

Apa Itu FIFO?

FIFO (First In, First Out) adalah metode pengelolaan persediaan yang menganggap barang yang pertama masuk ke gudang akan menjadi barang pertama yang keluar atau dijual.

Dengan metode ini, stok yang lebih lama akan digunakan atau dijual terlebih dahulu sebelum stok yang baru datang.

Sebagai contoh, sebuah toko roti menerima bahan baku tepung pada awal bulan, kemudian menerima stok baru di pertengahan bulan. Dengan metode FIFO, tepung yang datang lebih dulu akan digunakan terlebih dahulu.

Metode ini banyak digunakan pada bisnis yang menjual produk dengan masa simpan terbatas, seperti makanan, minuman, obat-obatan, dan produk kosmetik.

Apa Itu LIFO?

LIFO (Last In, First Out) adalah metode yang menganggap barang yang terakhir masuk ke persediaan akan menjadi barang pertama yang digunakan atau dijual.

Artinya, stok terbaru akan keluar lebih dahulu, sementara stok yang lebih lama tetap berada di gudang.

Sebagai contoh, jika sebuah gudang menerima stok produk baru hari ini, maka stok tersebut dianggap sebagai barang pertama yang akan dijual meskipun masih ada stok lama yang tersedia.

Metode ini lebih sering digunakan dalam pencatatan akuntansi tertentu dan relatif jarang diterapkan untuk produk yang memiliki masa kedaluwarsa.

Perbedaan Utama FIFO dan LIFO

Perbedaan mendasar antara FIFO dan LIFO terletak pada urutan pengeluaran barang dari persediaan.

Pada FIFO, barang yang masuk lebih dulu akan keluar lebih dulu. Sementara pada LIFO, barang yang masuk terakhir dianggap keluar terlebih dahulu.

Perbedaan ini tidak hanya memengaruhi pengelolaan stok, tetapi juga dapat berdampak pada:

  • Nilai persediaan yang tercatat
  • Perhitungan harga pokok penjualan (HPP)
  • Laporan laba rugi
  • Strategi operasional bisnis

Karena itu, pemilihan metode harus disesuaikan dengan karakteristik bisnis yang dijalankan.

Kelebihan Metode FIFO

FIFO menjadi metode yang paling umum digunakan karena lebih sesuai dengan alur fisik barang di dunia nyata.

Beberapa kelebihan FIFO antara lain:

  • Mengurangi risiko barang kedaluwarsa atau rusak
  • Cocok untuk produk yang memiliki masa simpan
  • Persediaan yang tercatat lebih mendekati harga pasar terbaru
  • Membantu rotasi stok berjalan lebih baik

Dalam bisnis makanan dan minuman, FIFO hampir selalu menjadi pilihan utama karena membantu menjaga kualitas produk yang dijual kepada pelanggan.

Kelebihan Metode LIFO

Meskipun tidak sepopuler FIFO dalam operasional gudang, LIFO memiliki keunggulan tertentu dalam kondisi ekonomi tertentu.

Beberapa manfaat LIFO meliputi:

  • Harga pokok penjualan dapat mencerminkan biaya terbaru
  • Dapat memberikan gambaran biaya yang lebih relevan saat harga barang terus meningkat
  • Membantu beberapa perusahaan dalam strategi pelaporan keuangan tertentu

Namun, penerapannya perlu mempertimbangkan regulasi akuntansi yang berlaku di masing-masing negara.

Kapan FIFO Lebih Cocok Digunakan?

FIFO sangat cocok digunakan untuk bisnis yang memiliki produk dengan masa kedaluwarsa atau risiko penurunan kualitas.

Contohnya:

  • Toko sembako
  • Minimarket
  • Apotek
  • Restoran
  • Bisnis makanan dan minuman
  • Toko kosmetik

Dengan FIFO, bisnis dapat memastikan barang lama terjual lebih dahulu sehingga risiko kerugian akibat barang rusak atau kedaluwarsa dapat diminimalkan.

Kapan LIFO Bisa Dipertimbangkan?

LIFO lebih relevan untuk bisnis yang menjual produk tanpa risiko kedaluwarsa tinggi dan lebih fokus pada pencatatan biaya persediaan.

Metode ini biasanya digunakan dalam analisis akuntansi atau industri tertentu yang memiliki karakteristik stok berbeda dibanding produk konsumsi sehari-hari.

Namun, dalam praktik operasional gudang modern, FIFO umumnya lebih banyak diterapkan karena lebih mudah dan sesuai dengan kondisi fisik barang.

Pentingnya Sistem Manajemen Stok yang Baik

Terlepas dari metode yang digunakan, bisnis tetap membutuhkan sistem manajemen stok yang rapi dan terkontrol.

Pencatatan stok yang baik membantu bisnis:

  • Mengetahui jumlah persediaan secara akurat
  • Mengurangi risiko kehabisan stok
  • Menghindari penumpukan barang
  • Mempermudah perencanaan pembelian
  • Mengontrol biaya operasional

Saat ini, banyak bisnis menggunakan aplikasi kasir dan sistem inventori digital untuk membantu memantau pergerakan stok secara real-time.

Baca Juga : Cara Cek COGS dengan Mudah untuk Mengetahui Keuntungan Bisnis

Baca Juga : Jangan Salah! Ini 8 Kesalahan Mark Up Harga yang Bisa Merugikan Bisnis

FIFO dan LIFO adalah dua metode yang digunakan dalam manajemen persediaan untuk menentukan urutan pengeluaran stok. FIFO mengutamakan barang yang pertama masuk untuk keluar lebih dahulu, sedangkan LIFO menganggap barang yang terakhir masuk sebagai barang pertama yang keluar.

Dalam praktik bisnis sehari-hari, FIFO lebih banyak digunakan karena membantu menjaga kualitas stok dan mengurangi risiko barang kedaluwarsa. Sementara itu, LIFO lebih sering digunakan untuk kebutuhan pencatatan dan analisis tertentu.

Dengan memahami perbedaan keduanya, pelaku usaha dapat memilih metode yang paling sesuai dengan karakteristik bisnis dan kebutuhan operasionalnya sehingga pengelolaan stok menjadi lebih efektif dan efisien.

Rekomendasi Aplikasi Kasir Mobile yang Tepat

Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh ! 

Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar

Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :

- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi

Pintar HR: Solusi HRIS Modern untuk Bisnis Masa Kini

Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.

Kenapa Harus Pintar HR?

✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan

Solusi Tepat untuk UMKM & Bisnis Bertumbuh

Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!

📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com

 

 

Artikel Terkait

Kasir Pintar lazyload
Kasir Pintar

Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar

Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat

Download Sekarang

Lihat Brosur