[TIPS] Ubah Utang Jadi Untung

[TIPS] Ubah Utang Jadi Untung

‘Utang’  atau Hutang seringkali dianggap sebagai hal yang buruk dan menakutkan. Padahal tidak seperti itu, terutama di dunia bisnis.  Hutang menjadi salah satu cara yang mudah dalam mendapatkan dana sebagai modal usaha. Tentu saja, kita harus memilih jenis hutang yang baik agar tidak menyusahkan diri sendiri.

Lalu jika kita sudah mendapatkan dana modal dari pinjaman (hutang), apa yang harus kita lakukan agar bisa segera menjadi profit?

Buat Rencana Pengeluaran

Periksalah pendapatan, biaya bulanan dan aset Anda. Tuliskan atau gunakan Lembar Kerja Anggaran yang mudah digunakan. Perhatikan dengan seksama apa yang sedang terjadi. Jika Anda memiliki kemungkinan telah menghabiskan lebih dari yang dapat dihasilkan dan disimpan, maka mulai sekarang siapkan rencana pengeluaran yang berskala lebih kecil dan gunakan sebagian kelebihan dana untuk mulai mengurangi utang usaha.

Perhatikan Rasio Keuangan

Semakin banyaknya kebutuhan bisnis yang harus dipenuhi membuat Anda mau tak mau kembali mengajukan utang. Hal tersebut sah-sah saja dilakukan, tetapi pastikan agar rasio utang dan aset Anda tidak lebih dari 50%:30% dari pendapatan.  Catat setiap pemasukan dan pengeluaran. Kelola cash flow dengan baik. Dengan begitu, ketika catatan finansial menunjukkan adanya pembengkakak pada rasio tersebut, Anda bisa segera mengambil tindakan.

Harus Berdasarkan Kebutuhan Saat Ini

Hutang merupakan langkah terakhir yang biasanya ditempuh apabila seorang pebisnis sudah kehabisan modal. Tentunya hal tersebut juga dilakukan berdasarkan kebutuhan bisnisnya kini. Anggap saja saat ini suku bunga sedang turun. Anda pun tergiur untuk mengajukan pinjaman dana ke bank padahal sedang tidak begitu membutuhkannya. Hal tersebut hanya akan membuat Anda mencari-cari alasan untuk tetap melakukannya. Misalnya, membeli komputer untuk kantor dengan alasan untuk menghindari kenaikan harga tahun depan. Padahal, hal tersebut hanya akan menambah daftar hutang.

Penjadwalan Pembayaran Hutang

Buatlah jadwal waktu pembayaran untuk setiap jenis hutang dan pinjaman, jumlah uang yang harus dibayarkan, serta jenis pembayaran. Buatlah sebuah catatan khusus di komputer atau di handphone untuk mengingatkan Anda secara teratur. Pastikan juga Anda tidak melewatkan satu kalipun waktu pembayaran, karena hal ini justru akan menambah beban pembayaran hutang di masa yang akan datang.

Menambah Aset

Berhutang saat membangun suatu bisnis juga tidak akan menjadi masalah, jika pada akhirnya Anda bisa menambah aset sebanyak-banyaknya dari situ. Apabila rutin nantinya Anda jadi bisa menambah aset usaha maupun aset pribadi. Sekalipun modal yang diperoleh awalnya dari utang, tapi jelas tidak sia-sia karena hasilnya lebih memuaskan.

Itulah beberapa tips dari kami dalam mengelola utang. Sobat Kaspin adakah yang pernah berutang untuk mengembangkan bisnisnya? Yuk, ceritakan pengalaman kamu dengan komentar dibawah ini.