7 Strategi diskon Anti Boncos

Diskon menjadi salah satu solusi untuk para pengusaha dalam meningkatkan penjualan. Seperti kita ketahui saat ini sudah lumrah konsumen tertarik belanja jika ada diskon atau potongan harga di toko tersebut.

Terbukti sekitar 57% konsumen lebih memilih untuk membeli suatu produk saat ada diskon. 

Tak heran Hal ini memang efektif karena mampu memberikan sugesti kepada konsumen bahwa produk tersebut memang lebih murah sehingga meningkatkan keinginan mereka untuk membeli.

Diskon dapat diartikan sebagai pengurangan harga langsung terhadap produk tertentu sehingga meningkatkan minat beli masyarakat, yang pada akhirnya mempengaruhi keputusan pembelian.

Tak hanya sebagai sarana meningkatkan penjualan, diskon juga biasanya diberikan untuk menghabiskan stok atau memperkenalkan produk baru.

Agar strategi diskon berjalan lancar dan tidak boncos, maka dibutuhkan perencanaan dan perhitungan yang baik. Karena apabila salah penanganan maka bisa jadi strategi diskon ini malah menghilangkan keuntungan bisnis.

Berikut beberapa strategi diskon yang perlu dipahami dan ditempuh sebelum menerapkannya pada usaha Kamu. Agar tidak salah langkah, yuk simak cara membuat diskon yang menarik berikut ini!

1. Buat Diskon yang menarik

Banyak konsep diskon yang sudah pernah digunakan oleh beberapa bisnis, kumpulkan insight dari mereka dan jadikan inspirasi untuk keperluan diskon Kamu.

Tentu diskon yang menarik tidak selalu bisa ditemukan secara langsung, namun melalui beberapa pengujian.

Maka solusinya adalah tetap coba segala macam jenis diskon hingga Kamu menemukan yang terbaik untuk menarik pelanggan.

2. Terapkan Konten Impulse Buying

Cara ini biasa digunakan oleh beberapa usaha untuk menghabiskan stok barang yang ada.

Impulse buying merubah daya tarik konsumen yang awalnya tidak berniat untuk membeli menjadi membeli. 

Atau bisa dikatakan juga pembelian yang tidak direncanakan sebelumnya, bersifat spontan dan cenderung dipengaruhi oleh emosi konsumen.

Bagi pengusaha tipe pembelian seperti ini bisa dimanfaatkan sebagai strategi untuk meningkatkan penjualan. Karena memang porsi impulse buying cukup besar di dalam pembelian konsumen.

Menurut statistik, 88% motivasi melakukan impulse buying  adalah karena barang tersebut sedang diskon.

3. Gunakan Psikologi Harga dalam Menetapkan Diskon 

Psikologi harga menjadi hal yang penting untuk dilakukan saat membuat diskon. Banyak bisnis berhasil dengan menggunakan teknik psikologi harga saat diskon.

Dengan psikologi harga meskipun hanya selisih 100 rupiah, konsumen akan lebih memilih harga yang lebih murah. 

Semisal contoh ketika konsumen dihadapkan pada pilihan harga 99.000 dan 100.000 rupiah, mereka pasti lebih tertarik dengan harga 99.900.

Dalam benak mereka, harga 99.000 lebih murah (karena tidak sampai 100.000). Padahal, selisihnya hanya 100 rupiah saja.

4. Tambahkan Promo Gratis Ongkir/ Free Gift

Untuk jualan online mayoritas orang lebih suka mendapatkan gratisan. Baik itu dari gratis ongkos kirim(ongkir), hingga gratis hadiah/ bingkisan menarik. 

Nah, ini bisa Kamu jadikan alternatif untuk membuat program diskon yang dapat meningkatkan penjualan secara signifikan.

Kamu bisa menawarkan gratis ongkir atau free gift dengan minimal pembelian tertentu. Atau bisa juga memberikan kupon diskon sebagai free gift. 

5. Berikan Durasi Penggunaan Diskon

Agar konsumen segera membeli produk Kamu, maka perlu adanya durasi penukaran diskon. Dengan adanya batas waktu, maka konsumen akan merasa khawatir jika sampai kehilangan kesempatan mendapatkan diskon yang Kamu tawarkan.

Durasi penukaran diskon ini juga dibuat dengan pertimbangan. Jangan sampai terlalu lama, namun jangan pula terlalu pendek.

Untuk diskon yang cukup besar, Kamu bisa memilih durasi yang cukup pendek. Sementara untuk diskon yang kecil bisa diberikan dengan durasi yang lebih lama.

6. Buat Syarat dan Ketentuan yang Mudah 

Tujuan diberikannya diskon adalah agar konsumen tertarik membeli produk dan untuk meningkatkan penjualan produk.

Sehingga syarat dan ketentuan yang diberlakukan tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan penjual, tetapi juga mempermudah konsumen.

Oleh karena itu sebaiknya tidak  membuat syarat dan ketentuan yang terlalu rumit. Jangan menerapkan minimum pembelian yang terlalu banyak seperti lebih dari 10 kali. Dengan syarat yang terlalu rumit tentu saja konsumen akan sulit untuk memenuhinya.

Hal ini berakibat pada sedikitnya konsumen yang mengikuti program diskon yang Kamu tawarkan.

7. Buat konten promosi untuk diskon

Konten yang dibuat juga harus menarik agar konsumen penasaran dan tertarik dan langsung tertuju ke promo tersebut. Lalu langkah selanjutnya yaitu menyebarluaskan ke berbagai media supaya bisa menjangkau lebih banyak orang. 

Gunakan media sosial, website, WhatsApp dan media lainya untuk menyebarluaskan promo yang sedang Kamu buat.

Hitung detail dari diskon dan keuntungan

Diskon juga perlu diperhitungkan lho supaya tidak rugi. Cara menghitungnya yaitu :

  1. Hitung Margin Kotornya (pendapatan – harga pokok)/pendapatan
  2. Hitung Jumlah Penjualan yaitu Jumlah produk atau layanan yang Kamu jual dalam periode waktu tertentu.
  3. Persentase Diskon : Persen diskon yang Kamu berikan kepada konsumen. 

Contoh : jika toko kamu memiliki margin laba kotor sebesar 20% dan kamu akan memberikan diskon sebesar 5%, maka jumlah penjualan kamu harus meningkat sebesar 33,3% agar toko kamu tidak mengalami kerugian.

Itu tadi hal yang harus Kamu perhatikan untuk mendapatkan sistem diskon berhasil. Kamu juga bisa menggunakan tools sebagai alat bantu keberhasilan diskon kamu dengan Aplikasi POS Kasir Pintar Pro.

Kasir Pintar Pro mempunyai fitur diskon dan promosi yang secara otomatis akan tercatat di laporan penjualan usaha Kamu. berikut hal yang bisa Kamu lakukan dengan fitur Diskon dari Kasir Pintar Pro.

  • Catat otomatis transaksi yang menggunakan diskon
  • Buat periode promosi dengan batas waktu
  • Bisa tambahkan bermacam-macam jenis diskon
  • Buat diskon jenis barang 
  • Buat syarat khusus untuk diskon seperti Nama, usia dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *