Insight Bisnis / Branding / 10+ Rekomendasi Film Seru Untuk Temani Liburan Imlek

10+ Rekomendasi Film Seru Untuk Temani Liburan Imlek

20 Januari 2023 | marketing

Kasir Pintar

Menjelang tahun baru China atau imlek biasanya kita akan mendapat jatah cuti, karena pemerintah telah menetapkan hari imlek untuk cuti nasional bersama.

Nah mungkin dari kamu banyak yang sedang bingung nih, tontonan apa ya yang kira - kira seru untuk ditonton bersama keluarga terlebih lagi yang bertepatan saat hari imlek tiba.

Nagi kamu yang belum mengerti akan imlek, kami akan menjelaskan nih sedikit makna dari imlek.

Imlek atau yang biasa kita sebut dengan Tahun Baru China (Chinese New Year) merupakan perayaan spesial yang dipenuhi dengan sukacita oleh masyarakat yang berketurunan Tionghoa.

Pada tahun 2023 ini tahun baru imlek jatuh pada hari minggu tanggal 22 Januari 2023 nih sob. 

Tak hanya itu, imlek biasanya diisi dengan berbagai kegiatan seru lainnya seperti : berdoa di Klenteng, menyantap kudapan khas yang spesial (kue keranjang), menyaksikan penampilan barongsai, berbagi angpao, atau sekedar mencari peruntungan di tahun kelinci air ini.

Tapi tenang saja, bagi kamu yang tidak memiliki darah Tionghoa (berketurunan Tionghoa) juga diperbolehkan larut dalam acara kebahagiaan ini, karena imlek telah ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak 2003 lalu.

Televisi nasional pun tak kalah ketinggalan untuk menyambut sukacita hari imlek ini, yang biasanya dilakukan dengan menayangkan beberapa film spesial khusus untuk hari imlek. 

Beberapa genre film spesial imlek bisa jadi pilihan untuk kamu tonton, mulai dari genre komedi, horor, aksi, laga, hingga drama romantis pun semua ada.

Dan yang terpenting yaitu di akhir film semua terdapat pesan moral sendiri - sendiri yang bisa digunakan untuk pemecahan masalah dengan solusi yang terbaik tentunya.

Untuk itu kami telah merangkum untuk sobat kaspin semua beberapa rekomendasi film imlek yang bertemakan budaya Tionghoa, baik dari sinema lokal maupun macanegara, dan berikut adalah rekomendasinya :

Rekomendasi Film Imlek Karya Sinema Lokal

1. Susi Susanti - Love All

Adegan demi adegan menggambarkan kerja keras Susi memenuhi ambisi menjadi nomor satu. Mengumpulkan emas yang dia janjikan kepada sang ayah.

Di sisi lain, Susi Susanti: Love All menyuguhkan catatan kelam tentang bagaimana status kewarganegaraan etnis China pada masa Orde Baru.

Sim F cukup jelas memberi gambaran itu, misalnya nasib pelatih Sia dan Tong yang tak kunjung mendapatkan apa yang dijanjikan soal status mereka usai balik dari China.

Susi sendiri menyatakan bahwa sebelum bertanding di Olimpiade Atlanta, statusnya sebagai WNI belum jelas.

Tak hanya status yang tak jelas, mereka pun mendapat perlakuan tidak adil oleh tindakan rasisme.

Gambaran ini menjadi pengingat sekaligus tamparan bagaimana Indonesia seharusnya bersatu, tanpa diadu oleh persoalan perbedaan ras, suku, dan sebagainya.

2. The Last Barongsai

The Last Barongsai mengangkat budaya serta tradisi menjadi kekuatan rumah produksi Karnos Film.

Rano Karno mengangkat pesan luar biasa di film The Last Barongsai ini, di mana edukasi dan budaya seakan tidak hanya sekedar tontonan tapi juga menjadi tuntunan.

Potret dinamika masalah keluarga diangkat dengan apik. Tidak serta merta satu atau dua orang yang memiliki masalah, namun hampir dari seluruh karakternya memiliki masalah dan harus mencari jalan keluarnya.

Kebhinekaan, keberagaman serta solidaritas dan mempertahankan tradisi dan budaya agar tidak punah akan tersaji di film berdurasi 91 menit ini.

Satu hal yang pasti, meski mengangkat suku Tionghoa di film ini dan kebetulan bahwa isu sara tengah merundung negeri ini.

Rano Karno sebagai penulis cerita menegaskan cerita yang diangkat bukan lantaran sisi sara tengah ramai diperbincangkan di negeri ini. 

3. Cek Toko Sebelah 

Cerita berkisah tentang seorang anak keturunan cina bernama Erwin (Ernest) yang memiliki kakak bernama Yohan (Dion Wiyoko) dan ayah bernama Koh Afuk.

Koh Afuk adalah seorang pemilik toko kelontong yang laris manis. Kedua anaknya memiliki kehidupan yang bertolak belakang.

Sang kakak adalah seorang fotografer serabutan yang memiliki masa lalu kelam, sedangkan sang adik mempunyai hidup yang lebih sempurna (kuliah di luar negeri hingga kini mempunyai pekerjaan yang sangat mapan).

Suatu hari Koh Afuk terserang penyakit dan sadar bahwa ia tak bisa selamanya mengurus toko kelontongnya.

Ia lalu meminta Erwin untuk mengurus toko, padahal sang adik itu sedang menghadapi tawaran masa depan yang lebih cerah yaitu berkantor di Singapura.

Cerita Fenomena Etnis Tionghoa

Bisa dibilang film ini mengadopsi salah satu fenomena dari etnis Tionghoa bahwa banyak sekali orang yang sekolah tinggi-tinggi dan akhirnya mengurus toko warisan keluarga. 

4. Ngenest

Ngenest bisa dibilang merupakan curahan hati (curhat)Ernest yang semasa hidupnya merasa diperlakukan “tidak adil” lantaran lahir dari keturunan Tionghoa.

Curhatan ini sebelumnya sudah ia tuangkan dalam bentuk buku berjudul sama yang berkonsep trilogi.

Ngenest banyak sekali menampilkan fakta-fakta yang sering terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat.

Mulai dari kebiasaan mengejek seseorang karena tampilan fisik mereka, hingga kebiasaan menilai sikap seseorang berdasarkan suku ataupun agama mereka.

Dengan kata lain, film ini sebenarnya ingin menyentil orang-orang yang sering berlaku demikian, namun dengan cara yang halus sehingga tidak sampai menyinggung perasaan.

Singkatnya, Ernest berhasil mengemas sebuah isu yang cukup sensitif (bermuatan SARA) menjadi tontonan yang sangat menggelitik dan menghibur.

5. Cin(T)a

Cin(t)a yang dibuat oleh sutradara Sammaria Simanjuntak adalah sebuah film yang sangat jelas bukan film yang sanggup dinikmati semua orang bahkan moviegoers sekalipun.

Alasannya jelas terlihat dari banyak aspek yang ditampilkan. Dari cerita saja sudah bisa dibilang kontroversial yaitu mengenai cinta beda Agama.

Film ini juga memunculkan pertanyaan - pertanyaan mengenai maksud perbedaan yang dibuat oleh Tuhan kepada umat-umatNya.

Dari gaya penceritaannya juga film ini termasuk unik dan tidak semua orang bisa mengikuti apalagi menikmatinya.

Yang paling bisa diingat dalam film ini jelas rangkaian dialog yang diucapkan oleh Cina dan Annisa yang bagaikan pameran quote tapi tidaklah mengganggu.

Dengan tema kontroversial macam ini penonton harus bisa berpikir objektif dan tidak asal mencerna karena bisa jadi mereka akan merasa agama mereka dicela. 

6. Karma

Film 'Karma' menawarkan suasana horor yang berlatar urban legend kepercayaan etnis Tionghoa.

Film garapan Allan Lunardi itu tidak hanya menjual ketegangan, namun juga drama.

Penampakkan hantu 'Karma' sedikit mirip dengan model penampakkan hantu pada film Jepang.

Si hantu tidak banyak memainkan ekspresi wajah, justru ketakutan terjadi karena sikap dinginnya.

Dari segi alur cerita, 'Karma' memliki alur yang mudah dicerna, namun sulit ditebak jalan ceritanya.

7. The Photograph

“The Photograph” bergenre drama kehidupan (slice of life) yang patut ditonton karena sudah tersedia di Disney+ Hotstar.

Bercerita tentang Sita (Shanty) yang bekerja sebagai penyanyi bar dan Pak Johan (Lim Kay Tong), fotografer berdarah Tionghoa yang sedang mencari penerus usahanya.

Pak Johan adalah seorang fotografer yang sedang mencari penerus dari profesinya.

Namun, ada misteri yang bisa kita lihat disembunyikan oleh Pak Johan tentang keluarganya.

Plot ini cukup menarik untuk membuat penonton tertarik menyimak kisah karakter ini hingga akhir.

Sementara kisah Sita sebagai kupu-kupu malam terlihat lebih transparan.

Mulai dari impiannya, tanggung jawabnya, dilemanya, hingga masalah besar yang menjadi konflik cukup bikin ramai dalam “The Photograph”.

Komposisi plot antara Pak Johan dan Sita menjadi seimbang. Ketika kisah Sita terasa lebih jelas, runyam, dan sering kali bikin panik, kisah Pak Johan lebih tenang namun menyimpan banyak rahasia untuk diungkap.

Well, bagaimana nih sobat kaspin, apakah kamu tertarik dengan beberapa film karya sinema lokal diatas?

Dan apakah kamu juga sudah memilih kira - kira yang masuk kedalam wishlist-mu film yang mana saja? 

Tapi tunggu dulu, jika kamu sudah menonton semua film diatas dan tidak ada satu pun yang masuk kedalam wishlist mu, coba deh kamu tonton film spesial imlek lainnya karya sinema mancanegara juga.

Film nya seru, banyak pesan moral dan dijamin kece parah, jika begitu langsung aja, mari kita simak beberapa film edisi imlek dari mancanegara, berikut ini.

Rekomendasi Film Imlek Karya Sinema Luar Negeri

1. Us And Them (2018)

Film bertema Imlek yang pertama adalah Us and Them. Film ini belatarkan musim dingin tahun 2007.

Mengisahkan tentang Lin Jianqing dan Fang Xiaoxiao yang tak saling kenal, namun akhirnya tinggal bersamsa usai mengobrol saat perjalanan pulang.

Sempat menghabiskan waktu bersama merayakan Imlek, keduanya namun berpisah dan tak bertemu selama bertahun-tahun.

Hingga akhirnya keduanya dipertemukan kembali dan memori masa lalu pun terputar kembali.

2. Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000)