Insight Bisnis / Keuangan / Jangan Salah! Ini 8 Kesalahan Mark Up Harga yang Bisa Merugikan Bisnis

Jangan Salah! Ini 8 Kesalahan Mark Up Harga yang Bisa Merugikan Bisnis

7 April 2026 | marketing

Kasir Pintar

Menentukan harga jual merupakan salah satu keputusan paling krusial dalam menjalankan bisnis. Banyak pelaku usaha mengira bahwa mark up harga hanya sekadar menambahkan keuntungan dari harga modal. Padahal, strategi penentuan harga yang kurang tepat justru bisa berdampak besar pada penjualan, daya saing, bahkan keberlangsungan bisnis.

Kesalahan dalam melakukan mark up harga sering kali tidak disadari, terutama oleh pelaku UMKM. Akibatnya, produk bisa menjadi terlalu mahal dan sulit bersaing, atau justru terlalu murah sehingga keuntungan tidak maksimal.

Agar bisnis tetap sehat dan kompetitif, penting untuk memahami kesalahan-kesalahan umum dalam menentukan mark up harga. Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Mark Up Harga?

Mark up harga adalah selisih antara harga jual dan harga pokok (modal) yang ditambahkan untuk mendapatkan keuntungan. Biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase.

Contoh sederhana:
Jika harga modal produk Rp10.000 dan Anda menjualnya Rp15.000, maka mark up yang diterapkan adalah Rp5.000 atau 50%.

Namun, menentukan mark up tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan agar harga tetap kompetitif dan menguntungkan.

1. Menentukan Harga Tanpa Menghitung Biaya Secara Lengkap

Salah satu kesalahan paling umum adalah hanya menghitung harga modal barang tanpa memasukkan biaya lain seperti:

  • Biaya operasional
  • Biaya listrik dan sewa
  • Biaya tenaga kerja
  • Biaya pemasaran

Jika biaya-biaya ini tidak diperhitungkan, maka keuntungan yang terlihat sebenarnya tidak mencerminkan kondisi nyata.

2. Mengikuti Harga Kompetitor Tanpa Analisis

Banyak pelaku usaha yang langsung mengikuti harga kompetitor tanpa melakukan analisis terlebih dahulu.

Padahal, setiap bisnis memiliki struktur biaya yang berbeda. Jika Anda menetapkan harga hanya berdasarkan kompetitor, ada risiko harga tersebut tidak sesuai dengan kondisi bisnis Anda.

3. Mark Up Terlalu Tinggi

Menentukan mark up terlalu tinggi bisa membuat harga produk menjadi tidak kompetitif. Akibatnya, pelanggan akan memilih produk lain yang lebih terjangkau.

Hal ini sangat berisiko, terutama jika bisnis Anda berada di pasar dengan banyak pesaing.

4. Mark Up Terlalu Rendah

Sebaliknya, mark up yang terlalu rendah juga bisa merugikan bisnis. Meskipun harga terlihat menarik, keuntungan yang diperoleh menjadi sangat kecil.

Jika dibiarkan dalam jangka panjang, bisnis akan kesulitan berkembang karena margin keuntungan tidak mencukupi.

5. Tidak Memahami Target Pasar

Setiap segmen pasar memiliki tingkat sensitivitas harga yang berbeda. Produk yang ditujukan untuk pasar premium tentu memiliki strategi harga yang berbeda dengan produk untuk pasar menengah ke bawah.

Kesalahan dalam memahami target pasar dapat menyebabkan harga tidak sesuai dengan ekspektasi pelanggan.

6. Tidak Memperhitungkan Nilai Produk

Harga tidak hanya ditentukan oleh biaya, tetapi juga oleh nilai yang dirasakan pelanggan.

Jika produk memiliki keunggulan seperti kualitas tinggi, kemasan menarik, atau layanan tambahan, maka harga bisa lebih tinggi. Namun jika tidak ada nilai tambah, harga tinggi justru akan sulit diterima pasar.

7. Tidak Melakukan Evaluasi Harga Secara Berkala

Pasar selalu berubah, begitu juga dengan biaya operasional dan harga bahan baku.

Jika bisnis tidak melakukan evaluasi harga secara berkala, mark up yang digunakan bisa menjadi tidak relevan. Hal ini dapat menyebabkan kerugian atau penurunan daya saing.

8. Mengabaikan Strategi Psikologi Harga

Banyak bisnis yang belum memanfaatkan strategi psikologi harga, seperti penggunaan angka Rp9.900 atau Rp19.999.

Padahal, strategi ini dapat mempengaruhi persepsi pelanggan dan meningkatkan peluang pembelian. Mengabaikan aspek ini bisa membuat harga terlihat kurang menarik di mata konsumen.

Dampak Kesalahan Mark Up Harga

Kesalahan dalam menentukan mark up harga dapat berdampak serius pada bisnis, antara lain:

  • Penjualan menurun karena harga tidak kompetitif
  • Keuntungan tidak maksimal
  • Kesulitan dalam mengelola arus kas
  • Kehilangan pelanggan
  • Bisnis sulit berkembang

Oleh karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk lebih cermat dalam menentukan strategi harga.

Tips Menentukan Mark Up Harga yang Tepat

Agar terhindar dari kesalahan di atas, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Hitung seluruh biaya secara detail
  • Lakukan riset pasar dan analisis kompetitor
  • Sesuaikan harga dengan target pasar
  • Pertimbangkan nilai dan keunggulan produk
  • Gunakan strategi harga yang menarik
  • Evaluasi harga secara berkala

Dengan pendekatan yang tepat, bisnis dapat menentukan harga yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga kompetitif di pasar.

Baca Juga : Alasan Bisnis Harus Scale Up: Kunci Bertahan dan Berkembang di Tengah Persaingan

Baca Juga : Indikator Arus Kas yang Menentukan Bisnis Kamu Berhasil atau Tidak

Mark up harga bukan sekadar menambahkan keuntungan dari harga modal. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan agar harga yang ditetapkan dapat diterima oleh pasar dan tetap memberikan keuntungan bagi bisnis.

Kesalahan dalam menentukan mark up harga dapat berdampak besar, mulai dari penurunan penjualan hingga terganggunya stabilitas keuangan bisnis.

Dengan memahami kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dan menerapkan strategi yang tepat, pelaku usaha dapat menentukan harga jual yang lebih optimal dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Rekomendasi Aplikasi Kasir Android yang Tepat

Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh ! 

Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar

Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :

- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi

 

Pintar HR: Solusi HRIS Modern untuk Bisnis Masa Kini

Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.

Kenapa Harus Pintar HR?

✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan

Solusi Tepat untuk UMKM & Bisnis Bertumbuh

Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!

📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com

 

 

Artikel Terkait

Kasir Pintar lazyload
Kasir Pintar

Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar

Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat

Download Sekarang

Lihat Brosur