Insight Bisnis / Sering Denger Istilah UMKM, Tapi Masih Bingung Artinya Apa? Yuk Cari Tau di Sini!

Sering Denger Istilah UMKM, Tapi Masih Bingung Artinya Apa? Yuk Cari Tau di Sini!

27 November 2025 | marketing

Kasir Pintar

Kalau kamu sering banget denger istilah UMKM tapi masih suka nyangkut pas ditanya, “UMKM kepanjangan dari apa sih?”, tenang, kamu nggak sendirian. Banyak banget orang yang masih bingung. Padahal, UMKM itu penting banget buat dunia bisnis di Indonesia, apalagi kalau kamu lagi kepikiran buat mulai usaha sendiri.

Biar makin paham dan nggak bingung lagi, yuk kenalan sama arti UMKM, jenis-jenis, sampai contohnya!

UMKM Kepanjangan dari Apa Sih?

UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Kategori ini dipakai buat ngelompokin usaha berdasarkan modal, omzet, sampai jumlah karyawan.

UMKM tuh luas banget loh! Dari pedagang cilok, coffee shop rumahan, bisnis thrift, sampai brand fashion kecil pun masuk kategori ini. Intinya, selama skalanya belum sebesar perusahaan besar, ya tetep masuk ke kategori UMKM.

Dan penting banget dicatat kalo UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia karena jumlahnya super banyak dan jadi sumber penghasilan jutaan orang.

Baca juga: Aplikasi Pencatatan Penjualan Terbaik untuk UMKM: Cepat, Akurat, dan Anti Ribet

Ini Perbedaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berdasarkan Dasar Hukumnya!

Biar lebih jelas, kita lihat dulu dasar hukumnya. Di Indonesia, UMKM diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Setiap kategori usaha memiliki kriteria resmi yang ditentukan dari aset bersih dan omzet tahunan.

Usaha Mikro

Biasanya dikelola langsung oleh pemilik dan skalanya masih sangat kecil.
Berdasarkan UU:
• Aset bersih maksimal Rp 50 juta (di luar tanah dan bangunan tempat usaha)
• Omzet maksimal Rp 300 juta per tahun
Contoh: usaha kue rumahan, warung kecil, jajanan rumahan.

Usaha Kecil

Skalanya sedikit lebih besar dibanding mikro dan operasionalnya lebih stabil.
Berdasarkan UU:
• Aset bersih Rp 50 juta sampai Rp 500 juta
• Omzet Rp 300 juta sampai Rp 2,5 miliar per tahun
Contoh: coffee shop kecil, laundry, catering.

Usaha Menengah

Udah punya struktur operasional yang lebih rapi dan jumlah karyawan lebih banyak.
Berdasarkan UU:
• Aset bersih Rp 500 juta sampai Rp 10 miliar
• Omzet Rp 2,5 miliar sampai Rp 50 miliar per tahun
Contoh: produsen makanan kemasan, brand fashion skala menengah, pabrik kecil.

Kira-Kira Ada UMKM Apa Aja Sih di Sekitar Kita?

Kalau kamu perhatiin, UMKM itu sebenernya ada di mana-mana. Dari jalan besar, gang kecil, sampai timeline marketplace kamu, hampir tiap hari kamu pasti ketemu sama yang namanya UMKM. Biar makin kebayang, yuk kita klasifikasiin jenis-jenis UMKM yang paling sering ditemuin.

1. UMKM Kuliner

Ini sektor yang paling gampang banget kamu temuin karena makanan tuh kebutuhan semua orang. Contohnya:
• Warung makan sederhana
• Angkringan
• Katering rumahan
• Produksi makanan ringan
• Coffee shop kecil yang vibes-nya cozy

UMKM kuliner ini biasanya jadi tempat “penyelamat” pas laper atau pengen nongkrong murah meriah.

2. UMKM Fashion

Sektor ini rame terus, apalagi karena online shop makin berkembang. Contohnya:
• Online shop fashion
• Butik kecil
• Penjahit rumahan
• Usaha sablon kaos
• Produksi tas dan sepatu handmade

Banyak banget yang awalnya cuma hobi, eh lama-lama jadi cuan beneran.

Baca juga: Tips Biar Usaha Fashion Kamu Nggak Kalah Saing di Tengah Persaingan Yang Ketat

Baca juga: Usaha Fashion Kamu Seret? Yuk Coba Cara Promosi Ini Supaya Bikin Pembeli Auto Datang!

3. UMKM Kerajinan Tangan

Cocok buat yang kreatif-kreatif. Banyak barang lokal kerajinan yang kualitasnya nggak kalah sama brand besar loh. Contohnya:
• Pengrajin batik
• Anyaman
• Souvenir dan hampers handmade
• Keramik atau pot tanaman
• Ukiran kayu

Biasanya punya nilai seni tinggi dan punya ciri khas banget.

4. UMKM Jasa

Jenis UMKM ini sering banget dipake tanpa kamu sadari. Contohnya:
• Laundry kiloan
• Salon dan barbershop
• Bengkel motor
• Freelance desain grafis
• Fotografer dan videografer

Operasionalnya simpel tapi dibutuhin banyak orang setiap hari.

5. UMKM Teknologi

Anak muda banyak banget yang masuk ke sektor ini karena modalnya fleksibel dan peluangnya besar. Contohnya:
• Jasa pembuatan website
• Social media management
• Digital marketing
• Jasa editing konten
• Startup aplikasi kecil

Walaupun skalanya kecil, dampaknya bisa luas banget.

UMKM punya banyak bentuk dan bisa dikelola siapa aja, dari keluarga, anak muda, sampai yang mulai dari hobi kecil. Selama belum masuk kategori perusahaan besar, usaha-usaha ini tetap dikategorikan sebagai UMKM dan perannya penting banget buat ekonomi lokal.

Apa Aja Sih Tantangan yang Sering Dihadapi Pelaku UMKM?

Walaupun UMKM punya peran besar dan selalu keliatan menjanjikan, sebenernya perjalanan para pelakunya gak selalu mulus itu loh! Banyak juga tantangan yang sering bikin pusing, apalagi kal baru mulai. Nah, berikut beberapa tantangan yang sering dialami:

  • Modal Terbatas: Ini masalah yang paling umum. Banyak pelaku UMKM yang kesulitan dapetin pinjaman modal karena syarat bank yang cukup rumit atau nggak punya jaminan.
  • Pemasaran Masih Minim: Banyak UMKM yang produknya udah bagus, tapi sayang banget nggak kebantu pemasaran yang maksimal. Kurang paham cara branding, belum ngerti cara bikin konten, atau nggak sempet ngurus media sosial.
  • Manajemen Usaha Belum Rapi: Mulai dari pencatatan keuangan, stok barang, sampai operasional harian kadang masih acak-acakan. Akhirnya, usaha jadi susah berkembang.
  • Persaingan Ketat: Bersaing sama usaha sejenis atau bahkan brand besar bisa bikin tekanan sendiri. Kalau nggak punya pembeda, UMKM bisa kalah saing.
  • Regulasi dan Administrasi: Urusan perizinan, pajak, dan dokumen kadang kerasa ribet banget. Pelaku UMKM yang belum terbiasa ngurus hal administratif biasanya jadi kewalahan.

Baca juga: Butuh Inspirasi? Ini Contoh Usaha yang Kreatif dan Inovatif ala Anak Muda

Ini Cara Ngatasinnya!

Tiap tantangan UMKM itu udah pasti ada jalan keluarnya. Kuncinya kamu mau adaptasi, belajar hal baru, dan gak takut buat coba strategi yang lebih modern. Ini beberapa cara yang bisa kamu terapin:

  • Manfaatkan Teknologi: Teknologi itu sahabat terbaik UMKM sekarang. Kamu bisa promosiin produk lewat media sosial, pakai aplikasi untuk manajemen stok, atau catat transaksi biar nggak berantakan. Bahkan kamu bisa pakai aplikasi kasir seperti Kasir Pintar supaya laporan penjualan, stok, dan transaksi harian lebih rapi tanpa pusing manual.
  • Cari Alternatif Sumber Modal: Gak cuma bank kok, banyak sumber modal lain yang bisa dicoba. Misalnya crowdfunding, koperasi, program pemerintah, sampai investor kecil. Pilih yang paling sesuai sama kebutuhan bisnismu ya!
  • Ikut Pelatihan Biar Skill Makin Naik Level: Pelaku UMKM yang aktif belajar biasanya tumbuh lebih cepat. Kamu bisa ikut pelatihan tentang pemasaran digital, manajemen usaha, branding, sampai keuangan dasar. Banyak yang gratis juga, tinggal pilih!
  • Bangun Jaringan dan Komunitas: Gabung komunitas UMKM itu juga penting loh! Kamu bisa saling berbagi pengalaman, dapet insight baru, bahkan dapet peluang kolaborasi. Makin luas networkmu, makin besar pula peluang bisnismu berkembang.
  • Fleksibel dan Siap Beradaptasi: Dunia bisnis cepet banget berubah. Kamu harus siap inovasi, mulai dari update tren, ngembangin produk baru, sampai testing strategi pemasaran yang lebih kreatif. UMKM yang adaptif biasanya jadi yang paling tahan banting.

Jangan Lupa Buat Kelola Hubunganmu Sama Pelanggan ya!

Pelanggan tuh nyawa dari UMKM. Makanya penting banget buat selalu jaga komunikasi sama mereka biar tetap setia dan nggak pindah ke kompetitor. Coba deh rutin kasih update tentang produk baru, promo menarik, atau tips seru seputar usaha kamu.

Supaya semua lebih gampang dan nggak ribet, pakai Blazwa aja. Dengan Blazwa, kamu bisa broadcast promo sekaligus info menu baru, balas chat otomatis, dan pantau semua komunikasi pelanggan dengan rapi. Pelanggan senang, kamu juga lebih tenang, dan bisnis UMKM-mu bisa jalan lebih stabil.

Baca juga: Strategi Ampuh Meningkatkan Repeat Order untuk Bisnis UMKM

Gimana Sih Caranya Mulai UMKM?

Pengen mulai UMKM tapi masih bingung harus mulai dari mana? Tenang, berikut ini ada beberapa langkah gampang yang bisa kamu ikutin:

  • Tentuin Ide Bisnis: Cari ide yang sesuai sama minat, bakat, atau hal yang kamu suka ya! Bisa dari hobi, pengalaman, atau hal yang lagi hits di sekitar kamu. Yang penting, ide itu punya potensi pasar biar usaha kamu nggak jalan di tempat.
  • Buat Rencana Bisnis: Biar gak asal jalan, susun rencana bisnis dulu. Mulai dari analisis pasar, strategi pemasaran, sampai proyeksi keuangan. Kalau punya blueprint yang jelas, kamu bakal lebih gampang ambil keputusan dan fokus ke tujuan.
  • Siapin Modal: Modal awal itu penting, tapi gak harus gede banget. Kamu bisa mulai dari tabungan pribadi, pinjaman kecil, atau investor. Yang penting cukup buat bikin usaha jalan awalnya.
  • Urus Perizinan: Sesuaikan perizinan sama jenis usahamu. Mulai dari izin usaha kecil atau pendaftaran di pemerintah lokal supaya usahamu legal dan aman.
  • Segera Mulai: Udah siap semua? Saatnya action! Jangan takut gagal atau salah langkah, yang penting mulai dulu, terus belajar, dan adaptasi sama perubahan pasar.

Kalau mau lebih gampang kelola keuangan dan transaksi UMKM-mu, kamu juga bisa pakai aplikasi Kasir Pintar. Semua catatan penjualan, stok, dan laporan harian bisa kamu pantau tanpa ribet.

Yuk, Mulai UMKM-mu Sekarang!

Sekarang kamu udah tau langkah-langkah buat mulai UMKM kan? Mulai dari nemuin ide, bikin rencana, sampai action langsung. Ingat ya, bisnis itu bukan cuma soal cuan aja, tapi juga tentang pengalaman, belajar hal baru, dan bikin orang lain happy dengan produkmu. Jadi, tunggu apa lagi? Jangan kebanyakan mikir deh. Yuk mulai dari sekarang!

Rekomendasi Aplikasi Kasir Android yang Tepat

Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh ! 

Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar

Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :

- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi


Pintar HR: Solusi HRIS Modern untuk Bisnis Masa Kini

Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.

Kenapa Harus Pintar HR?

✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan

Solusi Tepat untuk UMKM & Bisnis Bertumbuh

Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!

📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com


Artikel Terkait

Kasir Pintar lazyload
Kasir Pintar

Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar

Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat

Download Sekarang

Lihat Brosur