Harga Jual Produk Sering Ngawur? Yuk Belajar Cara Ngitung yang Bener!
Insight Bisnis | 28 November 2025
Insight Bisnis / Sering Denger Istilah UMKM, Tapi Masih Bingung Artinya Apa? Yuk Cari Tau di Sini!
27 November 2025 | marketing
Kalau kamu sering banget denger istilah UMKM tapi masih suka nyangkut pas ditanya, “UMKM kepanjangan dari apa sih?”, tenang, kamu nggak sendirian. Banyak banget orang yang masih bingung. Padahal, UMKM itu penting banget buat dunia bisnis di Indonesia, apalagi kalau kamu lagi kepikiran buat mulai usaha sendiri.
Biar makin paham dan nggak bingung lagi, yuk kenalan sama arti UMKM, jenis-jenis, sampai contohnya!
UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Kategori ini dipakai buat ngelompokin usaha berdasarkan modal, omzet, sampai jumlah karyawan.
UMKM tuh luas banget loh! Dari pedagang cilok, coffee shop rumahan, bisnis thrift, sampai brand fashion kecil pun masuk kategori ini. Intinya, selama skalanya belum sebesar perusahaan besar, ya tetep masuk ke kategori UMKM.
Dan penting banget dicatat kalo UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia karena jumlahnya super banyak dan jadi sumber penghasilan jutaan orang.
Baca juga: Aplikasi Pencatatan Penjualan Terbaik untuk UMKM: Cepat, Akurat, dan Anti Ribet
Biar lebih jelas, kita lihat dulu dasar hukumnya. Di Indonesia, UMKM diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Setiap kategori usaha memiliki kriteria resmi yang ditentukan dari aset bersih dan omzet tahunan.
Biasanya dikelola langsung oleh pemilik dan skalanya masih sangat kecil.
Berdasarkan UU:
• Aset bersih maksimal Rp 50 juta (di luar tanah dan bangunan tempat usaha)
• Omzet maksimal Rp 300 juta per tahun
Contoh: usaha kue rumahan, warung kecil, jajanan rumahan.
Skalanya sedikit lebih besar dibanding mikro dan operasionalnya lebih stabil.
Berdasarkan UU:
• Aset bersih Rp 50 juta sampai Rp 500 juta
• Omzet Rp 300 juta sampai Rp 2,5 miliar per tahun
Contoh: coffee shop kecil, laundry, catering.
Udah punya struktur operasional yang lebih rapi dan jumlah karyawan lebih banyak.
Berdasarkan UU:
• Aset bersih Rp 500 juta sampai Rp 10 miliar
• Omzet Rp 2,5 miliar sampai Rp 50 miliar per tahun
Contoh: produsen makanan kemasan, brand fashion skala menengah, pabrik kecil.
Kalau kamu perhatiin, UMKM itu sebenernya ada di mana-mana. Dari jalan besar, gang kecil, sampai timeline marketplace kamu, hampir tiap hari kamu pasti ketemu sama yang namanya UMKM. Biar makin kebayang, yuk kita klasifikasiin jenis-jenis UMKM yang paling sering ditemuin.
Ini sektor yang paling gampang banget kamu temuin karena makanan tuh kebutuhan semua orang. Contohnya:
• Warung makan sederhana
• Angkringan
• Katering rumahan
• Produksi makanan ringan
• Coffee shop kecil yang vibes-nya cozy
UMKM kuliner ini biasanya jadi tempat “penyelamat” pas laper atau pengen nongkrong murah meriah.
Sektor ini rame terus, apalagi karena online shop makin berkembang. Contohnya:
• Online shop fashion
• Butik kecil
• Penjahit rumahan
• Usaha sablon kaos
• Produksi tas dan sepatu handmade
Banyak banget yang awalnya cuma hobi, eh lama-lama jadi cuan beneran.
Baca juga: Tips Biar Usaha Fashion Kamu Nggak Kalah Saing di Tengah Persaingan Yang Ketat
Baca juga: Usaha Fashion Kamu Seret? Yuk Coba Cara Promosi Ini Supaya Bikin Pembeli Auto Datang!
Cocok buat yang kreatif-kreatif. Banyak barang lokal kerajinan yang kualitasnya nggak kalah sama brand besar loh. Contohnya:
• Pengrajin batik
• Anyaman
• Souvenir dan hampers handmade
• Keramik atau pot tanaman
• Ukiran kayu
Biasanya punya nilai seni tinggi dan punya ciri khas banget.
Jenis UMKM ini sering banget dipake tanpa kamu sadari. Contohnya:
• Laundry kiloan
• Salon dan barbershop
• Bengkel motor
• Freelance desain grafis
• Fotografer dan videografer
Operasionalnya simpel tapi dibutuhin banyak orang setiap hari.
Anak muda banyak banget yang masuk ke sektor ini karena modalnya fleksibel dan peluangnya besar. Contohnya:
• Jasa pembuatan website
• Social media management
• Digital marketing
• Jasa editing konten
• Startup aplikasi kecil
Walaupun skalanya kecil, dampaknya bisa luas banget.
UMKM punya banyak bentuk dan bisa dikelola siapa aja, dari keluarga, anak muda, sampai yang mulai dari hobi kecil. Selama belum masuk kategori perusahaan besar, usaha-usaha ini tetap dikategorikan sebagai UMKM dan perannya penting banget buat ekonomi lokal.
Walaupun UMKM punya peran besar dan selalu keliatan menjanjikan, sebenernya perjalanan para pelakunya gak selalu mulus itu loh! Banyak juga tantangan yang sering bikin pusing, apalagi kal baru mulai. Nah, berikut beberapa tantangan yang sering dialami:
Baca juga: Butuh Inspirasi? Ini Contoh Usaha yang Kreatif dan Inovatif ala Anak Muda
Tiap tantangan UMKM itu udah pasti ada jalan keluarnya. Kuncinya kamu mau adaptasi, belajar hal baru, dan gak takut buat coba strategi yang lebih modern. Ini beberapa cara yang bisa kamu terapin:
Pelanggan tuh nyawa dari UMKM. Makanya penting banget buat selalu jaga komunikasi sama mereka biar tetap setia dan nggak pindah ke kompetitor. Coba deh rutin kasih update tentang produk baru, promo menarik, atau tips seru seputar usaha kamu.
Supaya semua lebih gampang dan nggak ribet, pakai Blazwa aja. Dengan Blazwa, kamu bisa broadcast promo sekaligus info menu baru, balas chat otomatis, dan pantau semua komunikasi pelanggan dengan rapi. Pelanggan senang, kamu juga lebih tenang, dan bisnis UMKM-mu bisa jalan lebih stabil.
Baca juga: Strategi Ampuh Meningkatkan Repeat Order untuk Bisnis UMKM
Pengen mulai UMKM tapi masih bingung harus mulai dari mana? Tenang, berikut ini ada beberapa langkah gampang yang bisa kamu ikutin:
Kalau mau lebih gampang kelola keuangan dan transaksi UMKM-mu, kamu juga bisa pakai aplikasi Kasir Pintar. Semua catatan penjualan, stok, dan laporan harian bisa kamu pantau tanpa ribet.
Sekarang kamu udah tau langkah-langkah buat mulai UMKM kan? Mulai dari nemuin ide, bikin rencana, sampai action langsung. Ingat ya, bisnis itu bukan cuma soal cuan aja, tapi juga tentang pengalaman, belajar hal baru, dan bikin orang lain happy dengan produkmu. Jadi, tunggu apa lagi? Jangan kebanyakan mikir deh. Yuk mulai dari sekarang!
Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh !
Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar
Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :
- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi
Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.
✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan
Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!
📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com
Artikel Terkait
Artikel Populer
Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar
Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat