Pentingnya Hak Merek untuk UMKM
Insight Bisnis | 2 April 2026
Insight Bisnis / Jenis-Jenis Laba: Laba Kotor, Laba Bersih dan Laba Operasional
26 Maret 2026 | marketing
Istilah laba sering dianggap sederhana, yaitu selisih antara pendapatan dan biaya. Namun, pada praktiknya, laba memiliki beberapa jenis dengan fungsi dan cara perhitungan yang berbeda, yaitu laba kotor, laba bersih dan laba operasional.
Tanpa memahami perbedaan ini, pelaku usaha akan berisiko salah dalam mengambil keputusan, seperti menentukan harga, mengontrol biaya atau mengembangkan bisnis.
oleh karena itu, penting untuk mengetahui perbedaan jenis-jenis laba agar bisnis yang dijalankan benar-benar menghasilkan keuntungan.
Melalui artikel ini, kita akan membahas tentang perbedaan jenis laba dan cara mudah untuk menghitungnya.
Setiap bisnis yang menjalankan aktivitasnya pasti memiliki tujuan utama untuk mendapatkan keuntungan. Keuntungan ini dalam ilmu ekonomi disebut dengan laba, artinya keuntungan dari hasil kegiatan bisnis yang dijalankan dan sudah dikurangi biaya operasional.
Sedangkan dalam ilmu akuntansi, keuntungan juga diartikan sebagai laba dari selisih harga penjualan dengan biaya yang dikeluarkan saat produksi.
Pada umumnya, laba digunakan sebagai indikator untuk mengetahui apakah suatu bisnis berjalan dengan baik atau tidak. Semakin besar laba yang dihasilkan, maka semakin baik pula kinerja keuangan suatu usaha.
Secara sederhana, untuk menghitung laba secara keseluruhan dapat menggunakan cara sebagai berikut:
Laba= Total Pendapatan - Total Biaya Operasional
Laba tidak hanya terdiri dari satu jenis saja, tetapi ada tiga jenis laba yang biasanya digunakan dalam bisnis, yaitu laba kotor, laba bersih dan laba operasional. Masing-masing memiliki fungsi dan cara perhitungan yang berbeda.
Sebagai pelaku usaha, kita harus mengetahui perbedaan dari ketiga jenis laba tersebut agar terhindar dari kesalahan yang berpotensi menyebabkan kerugian dalam menjalankan sebuah bisnis.
Baca juga: Apa itu Jurnal Umum? Pengertian, Fungsi dan Contohnya dalam Akuntansi
Laba kotor (gross profit) adalah jenis laba yang menunjukan selisih antara total pendapatan dengan harga pokok penjualan (HPP) atau biaya produksi.
Fungsi laba kotor yaitu untuk membantu pelaku usaha melihat seberapa efisien proses produksi diluar dari biaya operasional seperti gaji karyawan, biaya pemasaran, sewa tempat dan lain-lain.
Cara menghitung laba kotor cukup sederhana, yaitu dengan rumus
Laba Kotor = Pendapatan - Harga Pokok Penjualan (HPP)
Ketika pelaku usaha sudah mengetahui laba kotor yang dihasilkan, maka pelaku usaha dapat menyesuaikan harga jual atau mencari supplier dengan harga yang lebih murah.
Berbeda dengan laba kotor, laba bersih (net profit) adalah keuntungan akhir yang diperoleh suatu bisnis sesudah dikurangi dari semua biaya termasuk biaya operasional, bunga, dan pajak.
Cara menghitung laba bersih sebagai berikut:
Laba Bersih = Laba Operasional - Pajak dan Biaya Lainnya
Laba bersih sering menjadi indikator utama keberhasilan suatu bisnis. Jika laba bersih positif, maka bisnis dikatakan menghasilkan keuntungan. Sebaliknya, jika laba bisnis negatif, maka bisnis mengalami kerugian.
Manfaat menghitung laba bersih, agar pelaku usaha mengetahui sumber dana untuk membayar biaya operasional dan bahan baku.
Baca juga: Strategi Menghemat Biaya Operasional UMKM Tanpa Mengurangi Kualitas
Laba operasional adalah keuntungan yang didapatkan dari hasil kegiatan bisnis setelah dikurangi biaya operasional.
Biaya operasional sendiri adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk keperluan operasional perusahaan meliputi gaji karyawan, biaya transportasi, biaya listrik, sewa tempat, biaya pemasaran dan biaya administrasi.
Rumus menghitung laba operasional:
Laba Operasional = Laba Kotor - Biaya Operasional
Memahami jenis-jenis laba seperti laba kotor, laba bersih dan laba operasional adalah hal yang sangat penting ketika menjalankan bisnis.
Sebab, ketiga jenis laba ini tidak hanya berfungsi menunjukkan seberapa besar keuntungan yang diperoleh, tetapi juga menunjukkan kondisi keuangan suatu bisnis. Selain itu, memahami jenis laba juga membantu dalam menyusun strategi bisnis yang tepat dan optimal.
Agar proses pencatatan dan perhitungan laba menjadi semakin mudah dan akurat, gunakan aplikasi Kasir Pintar yang dapat membantu menyajikan laporan keuangan dengan lebih praktis.
Ingin pencatatan toko lebih rapi dan mudah dikelola? Gunakan aplikasi Kasir untuk membantu mencatat setiap transaksi penjualan. Coba gratis layanan selama 30 hari.
Salah satu solusi yang mudah digunakan adalah aplikasi Android Kasir Pintar yang dirancang untuk membantu pencatatan penjualan secara praktis.
Melalui Kasir Pintar, kamu dapat mencatat setiap transaksi penjualan sekaligus melakukan beberapa aktivitas seperti:
Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.
✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan
Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!
📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com
Artikel Terkait
Artikel Populer
Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar
Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat