Birthday Treats: Cara Membuat Pelanggan Kembali Berbelanja
Sales & Marketing | 17 September 2026
Insight Bisnis / Sales & Marketing / Diskon Persen, Nominal, atau Bundling? Mana yang Cocok untuk Bisnis?
17 September 2026 | marketing
Diskon menjadi salah satu strategi yang sering digunakan bisnis untuk menarik pelanggan dan meningkatkan penjualan. Mulai dari potongan harga 10%, diskon Rp10.000, hingga promo beli dua produk dengan harga khusus, semuanya bisa memberikan daya tarik tersendiri bagi konsumen.
Namun, tidak semua jenis diskon cocok untuk setiap kondisi bisnis. Kesalahan dalam menentukan promo bisa membuat keuntungan terlalu kecil, stok tidak bergerak sesuai harapan, atau pelanggan justru hanya membeli ketika ada diskon.
Lalu, lebih baik menggunakan diskon persen, diskon nominal, atau bundling? Jawabannya tergantung pada tujuan promo, jenis produk, margin keuntungan, dan karakter pelanggan. Yuk, simak perbedaannya berikut ini!
Diskon persen adalah potongan harga yang dihitung berdasarkan persentase dari harga jual produk.
Contohnya, sebuah toko menjual sepatu dengan harga Rp300.000 dan memberikan diskon 20%. Pelanggan mendapatkan potongan sebesar Rp60.000 sehingga harga akhirnya menjadi Rp240.000.
Jenis diskon ini cukup populer karena pelanggan dapat langsung melihat seberapa besar potongan yang ditawarkan.
Diskon persen memiliki beberapa kelebihan, seperti:
Diskon persen biasanya cocok digunakan untuk bisnis fashion, toko retail, skincare, kosmetik, hingga berbagai produk yang memiliki harga jual cukup bervariasi.
Diskon persen bisa menjadi pilihan ketika bisnis ingin memberikan kesan promo yang cukup besar.
Misalnya:
"Diskon hingga 50% untuk koleksi tertentu!"
Strategi seperti ini dapat digunakan untuk menarik perhatian pelanggan, terutama saat cuci gudang, akhir musim, flash sale, payday sale, atau promo hari tertentu.
Namun, pastikan persentase diskon tetap disesuaikan dengan margin keuntungan agar promo tidak justru menyebabkan kerugian.
Berbeda dengan diskon persen, diskon nominal memberikan potongan dalam jumlah rupiah tertentu.
Contohnya, produk seharga Rp150.000 mendapatkan promo:
"Diskon Rp25.000!"
Dengan begitu, pelanggan hanya perlu membayar Rp125.000.
Diskon nominal sering kali terasa lebih konkret karena pelanggan langsung mengetahui jumlah uang yang mereka hemat.
Beberapa keuntungan menggunakan diskon nominal antara lain:
Contohnya, bisnis dapat membuat promo:
"Belanja minimal Rp200.000, dapat diskon Rp30.000."
Strategi ini tidak hanya memberikan potongan harga, tetapi juga mendorong pelanggan meningkatkan jumlah belanja agar memenuhi syarat promo.
Diskon nominal cocok digunakan ketika bisnis memiliki target nilai transaksi tertentu.
Misalnya, rata-rata pelanggan biasanya berbelanja Rp150.000. Bisnis kemudian membuat promo diskon Rp25.000 dengan minimum transaksi Rp200.000.
Pelanggan yang awalnya hanya ingin membeli Rp150.000 mungkin akan menambahkan produk lain agar mendapatkan potongan.
Dengan demikian, diskon tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik, tetapi juga dapat membantu meningkatkan average order value (AOV).
Bundling adalah strategi menjual dua atau lebih produk dalam satu paket dengan harga khusus.
Contohnya:
"Paket Hemat: Beli Shampoo + Conditioner hanya Rp100.000."
Padahal jika dibeli secara terpisah, total harganya mungkin mencapai Rp120.000.
Dengan bundling, pelanggan merasa mendapatkan nilai lebih karena beberapa produk dapat dibeli sekaligus dengan harga yang lebih hemat.
Promo bundling memiliki beberapa manfaat bagi bisnis, antara lain:
Bundling sangat cocok untuk bisnis makanan dan minuman, fashion, skincare, kosmetik, hampers, toko oleh-oleh, hingga retail.
Bundling cocok digunakan ketika bisnis ingin meningkatkan jumlah produk yang dibeli pelanggan sekaligus.
Misalnya, sebuah kedai kopi memiliki promo:
Kopi + Roti = Rp30.000
Daripada pelanggan hanya membeli kopi seharga Rp20.000, promo tersebut mendorong mereka mengambil satu produk tambahan.
Bundling juga bisa digunakan untuk produk yang saling melengkapi.
Contohnya:
Dengan cara ini, pelanggan tidak hanya mendapatkan harga lebih menarik, tetapi juga mendapatkan kombinasi produk yang memang dibutuhkan.
Ketiga strategi tersebut sama-sama dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan, tetapi memiliki tujuan yang berbeda.
Diskon persen cocok ketika bisnis ingin memberikan kesan potongan harga yang besar dan mudah dikomunikasikan.
Diskon nominal cocok ketika bisnis ingin menunjukkan penghematan secara langsung atau mendorong pelanggan mencapai minimum transaksi tertentu.
Sementara itu, bundling lebih cocok ketika bisnis ingin meningkatkan jumlah produk dalam satu transaksi atau menggabungkan beberapa produk yang saling berkaitan.
Jadi, tidak ada satu jenis promo yang selalu paling baik. Pemilihannya harus disesuaikan dengan kondisi bisnis.
Sebelum membuat promo, jangan hanya melihat apa yang terlihat menarik bagi pelanggan. Pertimbangkan beberapa hal berikut.
Tanyakan terlebih dahulu apa yang ingin dicapai.
Apakah bisnis ingin:
Tujuan yang berbeda membutuhkan strategi promo yang berbeda pula.
Jangan menentukan diskon hanya berdasarkan angka yang terlihat menarik.
Misalnya harga jual produk Rp100.000, tetapi margin keuntungan hanya Rp15.000. Memberikan diskon Rp20.000 tentu perlu dipertimbangkan kembali.
Sebelum membuat promo, hitung terlebih dahulu harga pokok, biaya operasional, dan margin keuntungan agar diskon tetap aman bagi bisnis.
Harga produk juga dapat memengaruhi persepsi pelanggan.
Pada produk dengan harga tinggi, diskon persen dapat terlihat lebih menarik. Sementara untuk produk dengan harga relatif rendah, diskon nominal tertentu mungkin lebih mudah dipahami pelanggan.
Contohnya, diskon 20% untuk produk Rp500.000 berarti potongan Rp100.000. Angka tersebut bisa terasa cukup besar bagi pelanggan.
Jika ada produk yang stoknya menumpuk, bundling atau diskon dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pergerakannya.
Misalnya, produk A sangat laris, sementara produk B kurang diminati. Keduanya dapat dibuat menjadi satu paket promo.
Dengan begitu, produk yang kurang laku memiliki peluang lebih besar untuk ikut terjual.
Perhatikan bagaimana pelanggan biasanya berbelanja.
Jika pelanggan cenderung membeli satu produk, bundling dapat digunakan untuk mendorong pembelian produk tambahan.
Jika pelanggan sensitif terhadap harga, diskon persen atau nominal dapat menjadi pilihan.
Data transaksi sebelumnya bisa menjadi dasar untuk menentukan jenis promo yang lebih sesuai.
Promo yang menarik tetap perlu diikuti dengan pencatatan transaksi yang rapi. Bisnis perlu mengetahui berapa banyak produk yang terjual selama periode promo, produk apa yang paling diminati, dan apakah promo tersebut benar-benar memberikan dampak positif.
Pencatatan juga membantu pemilik usaha membandingkan hasil sebelum dan sesudah promo.
Misalnya, setelah memberikan diskon 20%, transaksi memang meningkat. Namun, jika keuntungan keseluruhan justru turun terlalu jauh, strategi tersebut perlu dievaluasi.
Karena itu, jangan hanya melihat jumlah produk terjual, tetapi lihat juga omzet, margin, dan keuntungan yang diperoleh.
Semakin sering bisnis menjalankan promo, semakin penting memiliki sistem pencatatan transaksi yang rapi. Mencatat diskon secara manual berisiko menimbulkan kesalahan, terutama jika bisnis memiliki banyak produk dan transaksi.
Aplikasi kasir dapat membantu proses pencatatan transaksi menjadi lebih praktis. Pemilik usaha juga dapat melihat data penjualan dan mengevaluasi produk yang paling banyak terjual.
Salah satu pilihan yang bisa digunakan UMKM adalah Kasir Pintar, yang membantu bisnis mencatat transaksi sekaligus mengelola data penjualan dan stok.
Dengan pencatatan yang lebih terstruktur, pemilik bisnis dapat mengevaluasi apakah promo diskon persen, nominal, atau bundling benar-benar memberikan hasil sesuai target.
Pada dasarnya, tidak ada jenis diskon yang paling unggul untuk semua bisnis.
Jika ingin memberikan kesan potongan harga yang besar, diskon persen bisa menjadi pilihan.
Jika ingin memberikan penghematan yang langsung terlihat atau mendorong pelanggan mencapai minimum transaksi, diskon nominal bisa lebih sesuai.
Sementara jika ingin meningkatkan jumlah produk dalam satu transaksi, menjual produk yang kurang bergerak, atau menggabungkan produk yang saling melengkapi, bundling bisa menjadi strategi yang menarik.
Bahkan, bisnis bisa mengombinasikan beberapa strategi tersebut dalam periode berbeda. Yang paling penting adalah memastikan setiap promo memiliki tujuan, perhitungan margin, dan evaluasi hasil yang jelas.
Baca Juga : Biar Konsumen Tidak Itu-Itu Saja, Ini Strategi Mendatangkan Pelanggan Baru
Baca Juga : Cara Mengenali Level Konsumen agar Strategi Marketing Tepat
Diskon bukan sekadar memberikan harga lebih murah kepada pelanggan. Jika dirancang dengan tepat, promo dapat menjadi strategi untuk meningkatkan penjualan, menaikkan nilai transaksi, dan membantu menggerakkan stok.
Diskon persen, diskon nominal, dan bundling masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Pilih berdasarkan tujuan bisnis, margin keuntungan, kondisi stok, harga produk, serta kebiasaan pelanggan.
Jangan lupa, setiap transaksi promo juga perlu dicatat dengan baik agar bisnis dapat mengetahui apakah strategi tersebut benar-benar menguntungkan. Dengan data transaksi yang rapi, keputusan mengenai promo berikutnya bisa dibuat berdasarkan kondisi bisnis, bukan sekadar perkiraan.
Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh !
Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar
Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :
- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi
Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.
✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan
Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!
📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com
Artikel Terkait
Artikel Populer
Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar
Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat