Insight Bisnis / Keuangan / Jenis-Jenis Pengeluaran Operasional yang Wajib Diketahui Pebisnis

Jenis-Jenis Pengeluaran Operasional yang Wajib Diketahui Pebisnis

29 Agustus 2025 | marketing

Kasir Pintar

Sebagai seorang pebisnis, pernahkah Anda merasa bingung ke mana larinya keuntungan bisnis Anda? Atau mungkin, Anda kesulitan menentukan harga jual produk yang tepat? Nah, jawabannya seringkali terletak pada pemahaman yang mendalam tentang pengeluaran operasional. 

Pengeluaran operasional adalah jantung dari bisnis Anda. Tanpa pengelolaan yang baik, bisnis Anda bisa terancam kolaps. Mari kita bedah bersama, apa saja sih jenis pengeluaran operasional yang wajib Anda ketahui!

Apa Itu Pengeluaran Operasional?

Secara sederhana, pengeluaran operasional adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan kegiatan bisnis sehari-hari. Biaya ini berbeda dengan biaya modal (capital expenditure) yang biasanya digunakan untuk membeli aset jangka panjang. Pengeluaran operasional bersifat rutin dan berkelanjutan. 

Contohnya? Gaji karyawan, biaya sewa tempat usaha, tagihan listrik, dan masih banyak lagi.  Penting untuk diingat, pengeluaran ini langsung memengaruhi laba rugi perusahaan. Semakin besar pengeluaran operasional, semakin kecil laba yang Anda peroleh (jika pendapatan tetap).

Mengapa Pengeluaran Operasional Penting?

Mengapa sih kita perlu repot-repot memahami pengeluaran operasional? Ada beberapa alasan krusial yang perlu Anda pertimbangkan:

1.Pengambilan Keputusan yang Tepat: Dengan memahami pengeluaran operasional, Anda bisa membuat keputusan yang lebih cerdas terkait harga jual, strategi pemasaran, dan investasi bisnis.

2.Efisiensi Biaya: Anda bisa mengidentifikasi area-area di mana Anda bisa memangkas biaya tanpa mengorbankan kualitas produk atau layanan.

3.Perencanaan Keuangan yang Akurat: Memahami pengeluaran operasional membantu Anda menyusun anggaran yang realistis dan memprediksi arus kas bisnis Anda dengan lebih akurat.

4.Profitabilitas yang Lebih Baik: Dengan mengelola pengeluaran operasional secara efektif, Anda dapat meningkatkan profitabilitas bisnis Anda.

Bayangkan jika Anda tidak tahu berapa biaya bahan baku yang sebenarnya. Bagaimana Anda bisa menentukan harga jual yang kompetitif dan menguntungkan?

Jenis-Jenis Pengeluaran Operasional yang Perlu Diketahui

Nah, sekarang mari kita masuk ke inti pembahasan. Berikut adalah beberapa jenis pengeluaran operasional yang umum terjadi dalam bisnis, khususnya bisnis kecil dan menengah (UKM):

1. Biaya Gaji dan Upah Karyawan

Ini adalah salah satu pengeluaran operasional terbesar bagi banyak bisnis, terutama yang memiliki banyak karyawan. Biaya ini mencakup gaji pokok, tunjangan, lembur, bonus, dan iuran BPJS.  Penting untuk mengelola biaya gaji dengan bijak. Apakah struktur gaji Anda sudah kompetitif? Apakah ada peluang untuk meningkatkan produktivitas karyawan?

2. Biaya Sewa Tempat Usaha

Jika Anda menyewa tempat usaha, biaya sewa merupakan pengeluaran operasional rutin yang harus Anda bayar setiap bulan atau tahun.  Pertimbangkan lokasi tempat usaha Anda. Apakah lokasinya strategis dan mendukung pertumbuhan bisnis Anda? Apakah ada alternatif tempat usaha yang lebih terjangkau?

3. Biaya Utilitas (Listrik, Air, Internet)

Tagihan listrik, air, dan internet adalah biaya operasional yang tak terhindarkan. Anda bisa menghemat biaya utilitas dengan menerapkan praktik-praktik hemat energi dan air. Misalnya, mematikan lampu saat tidak digunakan atau menggunakan peralatan elektronik yang hemat energi.

4. Biaya Pemasaran dan Promosi

Untuk menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama, Anda perlu menganggarkan biaya untuk pemasaran dan promosi. Biaya ini bisa meliputi iklan online, iklan cetak, promosi media sosial, dan event-event pemasaran.  Pastikan Anda mengukur efektivitas setiap kampanye pemasaran. Mana yang memberikan ROI (Return on Investment) terbaik?

5. Biaya Bahan Baku dan Persediaan

Bagi bisnis manufaktur atau perdagangan, biaya bahan baku dan persediaan merupakan komponen penting dari pengeluaran operasional.  Penting untuk mengelola persediaan dengan baik. Jangan sampai terjadi penumpukan persediaan yang bisa menyebabkan kerugian.

6. Biaya Transportasi dan Pengiriman

Jika Anda memiliki bisnis yang melibatkan pengiriman barang, biaya transportasi dan pengiriman merupakan pengeluaran operasional yang signifikan. Anda bisa mencari alternatif pengiriman yang lebih murah atau menegosiasikan tarif dengan penyedia jasa pengiriman.

7. Biaya Perawatan dan Perbaikan

Biaya perawatan dan perbaikan peralatan, mesin, atau kendaraan operasional juga termasuk dalam pengeluaran operasional. Lakukan perawatan rutin untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan mahal.

8. Biaya Asuransi

Melindungi bisnis Anda dengan asuransi merupakan investasi penting. Biaya asuransi, seperti asuransi properti, asuransi kesehatan karyawan, dan asuransi tanggung jawab hukum, termasuk dalam pengeluaran operasional.

9. Biaya Administrasi dan Umum

Biaya administrasi dan umum mencakup berbagai pengeluaran, seperti biaya ATK, biaya telepon, biaya pos, biaya perizinan, dan biaya jasa profesional (misalnya, jasa akuntan atau konsultan hukum).

10. Biaya Penyusutan Aset

Meskipun tidak melibatkan pengeluaran kas langsung, biaya penyusutan aset (seperti kendaraan atau peralatan) tetap merupakan pengeluaran operasional yang perlu diperhitungkan dalam laporan keuangan.

Baca Juga :Ingin Bisnismu Tumbuh? Pantau 6 Data Ini Secara Rutin

Baca Juga : Bootstrapping Bisnis, Memulai Bisnis dengan Modal Minim

Memahami dan mengelola pengeluaran operasional adalah kunci keberhasilan bisnis Anda. Dengan mengelola pengeluaran operasional secara efektif, Anda dapat meningkatkan profitabilitas, membuat keputusan yang lebih cerdas, dan merencanakan keuangan yang lebih akurat. 

Jangan ragu untuk memanfaatkan teknologi dan sumber daya yang tersedia untuk membantu Anda mengelola keuangan bisnis Anda dengan lebih efisien. Ingat, bisnis yang sehat adalah bisnis yang dikelola dengan baik, termasuk dalam hal keuangan.  Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda dalam menjalankan bisnis Anda!

Rekomendasi Aplikasi Kasir Android yang Tepat

Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh ! 

Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar

Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :

- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi

Pintar HR: Solusi HRIS Modern untuk Bisnis Masa Kini

Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.

Kenapa Harus Pintar HR?

✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan

Solusi Tepat untuk UMKM & Bisnis Bertumbuh

Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!

📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com

 

Artikel Terkait

Kasir Pintar lazyload
Kasir Pintar

Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar

Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat

Download Sekarang

Lihat Brosur