Mengenal Usaha Ritel: Jenis, Karakteristik, dan Peluang di Indonesia
Insight Bisnis | 15 Januari 2026
Insight Bisnis / Kirim Uang dengan Kartu Kredit: Cara Kerja, Risiko, dan Solusi yang Lebih Efisien
15 Januari 2026 | marketing
Kebutuhan mengirim uang secara cepat semakin umum, baik untuk keperluan pribadi maupun bisnis. Dalam situasi tertentu, saldo rekening tidak selalu tersedia, sementara pembayaran harus segera dilakukan.
Kondisi ini membuat sebagian orang mulai bertanya: apakah kirim uang bisa menggunakan kartu kredit?
Kabar baiknya, hal ini bisa dan sebenarnya cukup lumrah dilakukan. Lebih dari itu, transaksi dengan kartu kredit justru membawa banyak benefit.
Namun, ada beberapa catatan penting. Mengirim uang menggunakan kartu kredit memiliki mekanisme, biaya, dan risiko yang berbeda dibanding transfer bank biasa.
Karena itu, penting memahami cara kerjanya agar tidak menimbulkan beban finansial yang tidak perlu.
Secara teknis, kartu kredit memang tidak dirancang sebagai alat transfer uang langsung seperti rekening bank. Namun, melalui layanan tertentu, kartu kredit dapat digunakan sebagai sumber dana untuk mengirim uang ke pihak lain.
Dalam praktiknya, transaksi ini diperlakukan sebagai cash advance atau transaksi khusus yang menyerupai penarikan tunai. Karena itu, biaya dan ketentuannya berbeda dengan pembayaran kartu kredit biasa.
Kirim uang dengan kartu kredit umumnya dilakukan melalui platform perantara. Pengguna memasukkan nominal transfer dan detail penerima, lalu kartu kredit digunakan sebagai metode pembayaran.
Dana kemudian diteruskan ke rekening bank atau akun penerima.
Bagi pengguna, prosesnya terlihat seperti transfer biasa. Namun di balik layar, transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi berisiko lebih tinggi oleh penerbit kartu, sehingga dikenakan biaya tambahan.
Mengirim uang dengan kartu kredit hampir selalu disertai biaya yang lebih tinggi dibanding transfer bank.
Biaya tersebut bisa berupa biaya cash advance, bunga yang langsung berjalan sejak transaksi dilakukan, serta biaya layanan dari platform perantara.
Jika tidak dilunasi penuh dalam waktu singkat, bunga kartu kredit dapat menggerus nilai dana yang dikirim.
Karena itu, metode ini sebaiknya digunakan secara selektif dan dengan perhitungan arus kas yang matang.
Baca Juga : Apa Itu Dead Stock? Masalah Umum yang Menghambat Arus Kas
Dalam konteks bisnis, kebutuhan mengirim uang sering kali berkaitan dengan pembayaran supplier, vendor, atau mitra usaha. Tantangan utamanya bukan hanya kecepatan, tetapi pengelolaan arus kas.
Jika bisnis menggunakan kartu kredit secara langsung untuk transfer, risiko biaya tinggi dan pencatatan yang tidak rapi bisa muncul.
Karena itu, banyak bisnis mulai mencari solusi yang lebih terstruktur, khususnya untuk transaksi bernilai besar atau lintas negara.
Alternatif yang Lebih Efisien untuk Bisnis
Alih-alih melakukan transfer langsung yang dikategorikan sebagai cash advance, bisnis dapat menggunakan platform yang secara khusus dirancang untuk pembayaran bisnis dengan kartu kredit.
Pendekatan ini memungkinkan penggunaan kartu kredit sebagai alat manajemen arus kas, bukan sekadar sumber dana darurat.
Dengan sistem yang tepat, bisnis dapat memperoleh tempo pembayaran, transparansi biaya, serta pencatatan transaksi yang lebih rapi.
Baca Juga : Tantangan Merekrut Karyawan buat Bisnis Owner yang Bisa Diatasi
Untuk kebutuhan bisnis, PaperXB dari Paper menawarkan pendekatan yang lebih efisien dalam menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran.
PaperXB memungkinkan bisnis melakukan pembayaran ke pihak lain termasuk transaksi lintas negara menggunakan kartu kredit tanpa diperlakukan sebagai cash advance konvensional.
Melalui PaperXB, bisnis dapat memanfaatkan tempo pembayaran hingga ±45 hari, menjaga arus kas tetap longgar, serta mendapatkan kurs yang transparan tanpa biaya tersembunyi. Seluruh transaksi juga tercatat otomatis, memudahkan pengelolaan keuangan dan pelaporan.
Pendekatan ini membuat penggunaan kartu kredit lebih terarah dan relevan untuk kebutuhan operasional bisnis, bukan sekadar solusi darurat.
Kirim uang dengan kartu kredit memang memungkinkan, tetapi tidak selalu menjadi pilihan paling efisien jika dilakukan tanpa pemahaman yang tepat. Biaya dan risiko bunga perlu diperhitungkan dengan matang, terutama untuk transaksi bernilai besar atau berulang.
Bagi bisnis, coba solusi yang lebih terstruktur seperti PaperXB dapat membantu mengubah kartu kredit dari alat transfer berbiaya tinggi menjadi strategi pengelolaan arus kas yang lebih sehat dan terkontrol.
*Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Kasir Pintar
Artikel Terkait
Artikel Populer
Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar
Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat