Mau Buka Barbershop? Ini Daftar Peralatan yang Perlu Disiapkan
Seputar Bisnis | 2 Oktober 2026
Insight Bisnis / Seputar Bisnis / Kisah Bisnis Pagi Sore dan Pelajaran yang Bisa Dipetik UMKM
1 Oktober 2026 | marketing
Bisnis kuliner menjadi salah satu bidang usaha yang memiliki persaingan cukup ketat. Banyak restoran dan rumah makan menawarkan jenis makanan yang serupa, sehingga pemilik usaha perlu memiliki cara untuk mempertahankan kualitas, membangun kepercayaan pelanggan, dan mengembangkan bisnis dalam jangka panjang.
Salah satu kisah bisnis kuliner yang menarik untuk dipelajari adalah Rumah Makan Pagi Sore.
Pagi Sore merupakan bisnis kuliner yang telah berdiri sejak 1973. Usaha ini didirikan oleh H. Lismar dan H. Sabirin, dua sahabat asal Bukittinggi yang merantau ke Palembang. Dari sebuah restoran kecil di Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Pagi Sore kemudian berkembang dan membuka cabang di berbagai wilayah.
Perjalanan panjang tersebut tentu tidak terjadi dalam waktu singkat. Ada proses membangun pelanggan, mempertahankan cita rasa, melakukan ekspansi, hingga menghadapi perubahan dalam pengelolaan bisnis.
Lantas, apa saja pelajaran yang bisa dipetik UMKM dari perjalanan Pagi Sore?
Rumah Makan Pagi Sore pertama kali didirikan pada 1973 di Jalan Jenderal Sudirman, Palembang. Pendiri bisnis ini adalah H. Lismar dan H. Sabirin, dua sahabat asal Bukittinggi, Sumatera Barat. Keduanya memiliki latar belakang dan ketertarikan pada kuliner Minang.
Pada masa awal, Pagi Sore masih berupa rumah makan dengan skala yang sederhana. Berdasarkan penelitian mengenai Pagi Sore, bangunan awalnya relatif kecil, jumlah karyawan masih terbatas, pembagian tugas belum terlalu terspesialisasi, dan menu yang ditawarkan juga masih terbatas.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bisnis besar tidak selalu dimulai dengan fasilitas yang besar pula.
Pagi Sore berkembang secara bertahap seiring dengan meningkatnya jumlah pelanggan.
Setelah mendapatkan pelanggan, Pagi Sore mulai melakukan ekspansi di wilayah Palembang dan sekitarnya.
Beberapa lokasi yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan ekspansinya antara lain Basuki Rahmat, Mayor Zen, Komplek Ilir Barat Permai, Indralaya, dan Teluk Gelam. Menurut sejarah yang dipublikasikan Pagi Sore, cabang di Indralaya dibuka pada 1990, kemudian Teluk Gelam pada 1995.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa ekspansi dilakukan secara bertahap.
Bisnis tidak langsung membuka banyak cabang sekaligus, tetapi terlebih dahulu membangun fondasi usaha dan memperluas pasar.
Bagi UMKM, hal ini dapat menjadi pelajaran bahwa pertumbuhan bisnis tidak harus selalu dilakukan secara terburu-buru.
Salah satu hal yang menjadi bagian penting dari identitas Pagi Sore adalah kuliner Minang.
Di situs resminya, Pagi Sore menyebut komitmennya untuk menjaga cita rasa autentik, kualitas bahan, serta pelayanan yang ramah. Rendang juga disebut sebagai salah satu menu yang menjadi pilihan pelanggan.
Hal ini menunjukkan pentingnya identitas produk dalam bisnis kuliner.
Bayangkan jika sebuah rumah makan memiliki banyak menu tetapi pelanggan tidak memiliki alasan khusus untuk mengingatnya. Bisnis akan lebih sulit membangun pembeda di tengah persaingan.
Sebaliknya, ketika sebuah bisnis memiliki ciri khas yang konsisten, pelanggan dapat lebih mudah mengasosiasikan produk dengan merek tersebut.
Bagi UMKM, identitas tersebut tidak harus selalu berupa resep yang sangat unik.
Bisa berupa:
Yang terpenting adalah memiliki sesuatu yang ingin dipertahankan dan dikenal pelanggan.
Pertumbuhan Pagi Sore kemudian tidak berhenti di Palembang.
Menurut sejarah yang dipublikasikan oleh Pagi Sore, generasi berikutnya membawa bisnis tersebut ke luar Palembang, termasuk Jakarta dan Bangka Belitung. Cabang Jakarta pertama disebut dibuka pada 2006 di Jalan Rawamangun Muka Timur, kemudian berkembang ke sejumlah lokasi lain.
Perluasan wilayah menunjukkan bahwa ketika fondasi bisnis sudah terbentuk, peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas dapat terbuka.
Namun, ekspansi juga memiliki tantangan tersendiri.
Ketika bisnis memiliki lebih dari satu lokasi, pemilik harus memastikan kualitas produk, pelayanan, stok, karyawan, dan operasional tetap dapat dikendalikan.
Karena itu, ekspansi bukan hanya tentang membuka toko baru.
Ekspansi juga berarti membangun sistem yang mampu mendukung pertumbuhan.
Salah satu bagian menarik dari kisah Pagi Sore adalah perubahan struktur pengelolaannya.
Pada 2003, manajemen Pagi Sore terbagi antara keluarga H. Lismar dan H. Sabirin. Keduanya kemudian menjalankan pengelolaan bisnis secara terpisah, tetapi tetap menggunakan nama Pagi Sore. Hal ini juga tercatat dalam sejumlah pemberitaan mengenai sejarah bisnis tersebut.
Perjalanan tersebut memberikan pelajaran penting bahwa bisnis yang dibangun bersama juga membutuhkan struktur kepemilikan, pembagian peran, dan aturan kerja yang jelas.
Dalam bisnis keluarga maupun bisnis yang dibangun bersama partner, hal-hal seperti pembagian tanggung jawab, pengambilan keputusan, penggunaan merek, hingga rencana suksesi sebaiknya dipikirkan sejak awal.
Tujuannya bukan karena bisnis pasti mengalami konflik, tetapi agar setiap pihak memiliki pemahaman yang jelas mengenai arah usaha.
Kisah Pagi Sore memberikan beberapa pelajaran yang relevan bagi pemilik UMKM.
Pagi Sore tidak langsung menjadi jaringan restoran seperti sekarang.
Bisnis tersebut bermula dari rumah makan sederhana di Palembang dan berkembang melalui perjalanan panjang.
Pelajarannya, UMKM tidak perlu menunggu memiliki modal atau fasilitas besar untuk mulai membangun bisnis.
Yang lebih penting adalah memiliki produk yang dapat diterima pasar dan kemauan untuk terus mengembangkan usaha.
Dalam bisnis kuliner, pelanggan datang dengan ekspektasi tertentu.
Ketika pelanggan menyukai rasa suatu produk, perubahan kualitas yang terlalu jauh dapat membuat mereka kecewa.
Karena itu, UMKM perlu memiliki standar yang jelas mengenai:
Semakin besar bisnis, semakin penting standar tersebut dibuat dalam bentuk SOP agar kualitas tidak hanya bergantung pada satu orang.
Pagi Sore memiliki identitas yang kuat sebagai rumah makan yang membawa kuliner Minang dan menjaga tradisi cita rasanya. Situs resminya juga menempatkan autentisitas kuliner Minang dan keramahan sebagai bagian dari filosofi bisnis.
UMKM dapat menerapkan prinsip yang sama dengan caranya sendiri.
Misalnya, bisnis kopi dapat dikenal karena biji kopi lokalnya. Bisnis fashion dapat dikenal karena desain tertentu. Sementara bisnis makanan dapat memiliki menu signature yang menjadi alasan pelanggan datang kembali.
Ekspansi Pagi Sore berlangsung selama puluhan tahun.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis merupakan proses yang membutuhkan waktu.
UMKM tidak harus langsung memiliki banyak cabang.
Bisnis dapat berkembang secara bertahap melalui:
Produk → pelanggan → sistem → tim → cabang → pasar yang lebih luas.
Dengan fondasi yang lebih kuat, ekspansi dapat dilakukan dengan persiapan yang lebih matang.
Ketika bisnis hanya memiliki satu lokasi, pemilik mungkin masih dapat mengawasi hampir seluruh aktivitas secara langsung.
Namun, ketika jumlah cabang bertambah, cara tersebut menjadi semakin sulit.
Pemilik membutuhkan sistem untuk mengelola:
Karena itu, UMKM yang mulai berkembang perlu mulai memikirkan digitalisasi operasional.
Bisnis kuliner memiliki banyak bahan baku dengan karakteristik berbeda.
Ada bahan yang mudah rusak, bahan yang memiliki masa simpan panjang, hingga bahan yang digunakan setiap hari.
Jika stok tidak dikelola dengan baik, bisnis dapat mengalami:
Ketika bisnis memiliki beberapa cabang, kebutuhan tersebut menjadi semakin kompleks.
Sistem pencatatan stok dapat membantu pemilik mengetahui kondisi persediaan setiap lokasi dan membuat keputusan pengadaan berdasarkan data.
Restoran tidak hanya menjual makanan.
Pengalaman pelanggan juga dibentuk oleh pelayanan, kebersihan, suasana, kecepatan penyajian, dan interaksi dengan staf.
Pagi Sore sendiri menempatkan keramahan dan pengalaman bersantap sebagai bagian dari filosofi bisnisnya.
Bagi UMKM, hal ini dapat diterapkan bahkan dalam skala kecil.
Pelanggan mungkin lupa detail transaksi, tetapi pengalaman buruk dalam pelayanan dapat membuat mereka enggan kembali.
Pagi Sore telah melewati perjalanan lebih dari lima dekade dan pengembangannya kemudian melibatkan generasi berikutnya.
Bagi bisnis keluarga, keberlanjutan menjadi hal yang perlu dipikirkan.
Pemilik usaha dapat mulai mendokumentasikan:
Dengan begitu, bisnis tidak sepenuhnya bergantung pada pengetahuan satu orang.
Ketika bisnis semakin besar, pencatatan manual dapat menjadi semakin sulit.
Bayangkan sebuah bisnis memiliki beberapa cabang dan setiap lokasi mencatat transaksi menggunakan cara yang berbeda.
Pemilik akan kesulitan menjawab pertanyaan sederhana seperti:
Berapa omzet setiap cabang hari ini?
Produk apa yang paling laku?
Berapa stok yang tersisa?
Cabang mana yang membutuhkan restock?
Berapa biaya operasional setiap lokasi?
Di sinilah sistem digital dapat membantu.
Aplikasi kasir atau POS dapat digunakan untuk mencatat transaksi dan membantu pemilik mendapatkan laporan penjualan secara lebih terstruktur.
Untuk bisnis multi-cabang, sistem yang mendukung pengelolaan beberapa lokasi juga dapat membantu pemilik memantau operasional dari satu tempat.
Pelajaran lain yang penting bagi UMKM adalah jangan hanya melihat pertumbuhan dari omzet.
Bisnis yang ramai belum tentu memiliki kondisi keuangan yang sehat.
Pemilik usaha juga perlu memperhatikan:
Dengan pencatatan yang rapi, pemilik dapat mengetahui apakah pertumbuhan penjualan benar-benar menghasilkan keuntungan yang sehat.
Jika dirangkum, perjalanan Pagi Sore dapat menjadi contoh bahwa membangun bisnis membutuhkan kombinasi antara produk, konsistensi, identitas, pelayanan, sistem, dan kemampuan beradaptasi.
Tidak semua strategi Pagi Sore harus ditiru secara langsung oleh UMKM.
Namun, prinsipnya dapat disesuaikan dengan skala masing-masing bisnis.
Misalnya, bisnis kecil dapat memulai dengan:
Dengan langkah tersebut, bisnis memiliki fondasi yang lebih kuat untuk berkembang.
Baca Juga : Warung Pinggir Jalan Ramai tapi Omzet Segitu-gitu Saja? Ini Penyebabnya
Baca Juga : Diskon Persen, Nominal, atau Bundling? Mana yang Cocok untuk Bisnis?
Kisah Pagi Sore menunjukkan bagaimana sebuah rumah makan yang dimulai dari usaha sederhana di Palembang pada 1973 dapat berkembang melalui perjalanan bisnis selama puluhan tahun. Pagi Sore didirikan oleh H. Lismar dan H. Sabirin, kemudian berkembang melalui pembukaan cabang dan perluasan pasar.
Dari perjalanan tersebut, ada sejumlah pelajaran yang relevan bagi UMKM, mulai dari pentingnya memulai dari skala yang realistis, menjaga kualitas produk, membangun identitas merek, memberikan pelayanan yang baik, melakukan ekspansi secara bertahap, hingga menyiapkan sistem bisnis untuk mendukung pertumbuhan.
Yang tidak kalah penting, bisnis yang semakin besar membutuhkan sistem yang semakin rapi. Pencatatan penjualan, stok, keuangan, dan operasional perlu mulai terdigitalisasi agar pemilik usaha dapat mengambil keputusan berdasarkan data.
Pada akhirnya, pertumbuhan bisnis bukan hanya tentang seberapa banyak cabang yang berhasil dibuka atau seberapa besar omzet yang diperoleh. Bisnis yang mampu bertahan dalam jangka panjang membutuhkan fondasi yang kuat, proses yang konsisten, dan kemampuan untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan.
Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh !
Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar
Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :
- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi
Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.
✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan
Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!
📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com
Artikel Terkait
Artikel Populer
Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar
Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat