Insight Bisnis / Sales & Marketing / Pengertian, Keuntungan & Kekurangan Sistem COD dalam Jualan

Pengertian, Keuntungan & Kekurangan Sistem COD dalam Jualan

4 Agustus 2022 | marketing

Kasir Pintar

Tidak sedikit orang salah memahami COD artinya apa sehingga salah dalam aplikasi belanja. Masyarakat kebanyakan mengira dengan menggunakan sistem cash on delivery artinya hampir seperti jual beli biasa.

Padahal itu sepenuhnya salah besar dan perlu ada perbaikan dari segi mentalitas pembeli. Anda pasti pernah melihat video meme terkait orang yang mengaku tidak mau membayar barang yang sudah diantarkan.

Satu sisi itu adalah kesalahan pemahaman dari para pembeli sendiri. Namun di sisi lainnya platform belanja sedikit sekali memberikan edukasi seperti apa sebenarnya sistem belanja bayar ditempat ini.

Oleh karena itu kami sudah mempersiapkan materi paling lengkap terkait aspek satu ini. Sehingga masyarakat awam khususnya dapat menggunakan layanan bayar ditempat secara lebih optimal.

Ketika semua orang menjadi lebih paham terkait apa yang dilakukannya tentu saja akan semakin optimal iklim belanja daring. Jumlah meme terkait orang tidak mau bayar tentu akan berkurang drastis.

Pahami COD Artinya Apa Agar Tidak Salah Saat Belanja

Secara definitif COD adalah cash on delivery atau bayar setelah produk diantar. Dari definisi tersebut sudah jelas bahwa pembeli resmi melakukan pembelian terhadap barang terkait namun pembayarannya delay.

Artinya apa, pembeli barang tersebut memiliki kewajiban membayar apapun bentuk produk yang datang. Tidak terkecuali ketika misalnya ukurannya salah, atau produk dikirimkan berbeda dengan deskripsi.

Pembeli masih perlu melakukan kewajibannya yaitu membayar melalui kurir pengantar produk. Ingat kurir tersebut bukan penjual jadi mereka tidak memiliki afiliasi terhadap toko tempat Anda membeli.

Jadi ketika Anda protes terhadap kurir itu sendiri juga merupakan sebuah kesalahan fatal. Percuma, karena memang salah sasaran dan seharusnya Anda malu ketika pernah melakukan COD artinya apa.

Kemudian tidak boleh lupa lagi bahwa pada saat barang dikirimkan ke alamat Anda sebelum disentuh wajib bayar dulu. Jadi tidak ada ceritanya pembeli mengecek kondisi barang dulu baru kemudian membayarnya.

Itu adalah sebuah kebodohan hakiki yang ternyata banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Jadi jangan sampai menjadi orang seperti itu karena sangat menjengkelkan dan kasihan kurirnya juga.

Satu hal lagi, kurir tugasnya adalah menerima pembayaran produk ketika sudah diantarkan ke alamat Anda. Jadi mereka tidak memiliki kewajiban untuk mendengarkan omelan Anda apabila produknya tidak sesuai dengan COD artinya apa.

Ingat hai manusia bahwasanya para kurir tersebut adalah orang biasa yang juga memiliki emosi. Jika Anda melakukan tindakan bodoh paling tidak jangan tumpahkan amarah pada orang tidak bersalah seperti kurir tersebut.

Dari penjelasan tersebut tentu sekarang Anda sudah lebih paham bagaimana sistem seperti ini bekerja. Sehingga nanti ketika hendak melakukan belanja tidak ada alasan lagi tidak tahu ketika dikritik balik oleh para kurir.

Kesalahan Ketika Melakukan Cash on Delivery

Setelah mengetahui definisi kita masuk dulu pada segmen kesalahan paling sering dilakukan oleh konsumen. Berikut ini akan kami berikan beberapa poin penting sehingga para konsumen dapat melakukan perbaikan diri.

1. Ambil dulu bayar kemudian

Tidak ada ceritanya bahwa konsumen boleh memegang barang terlebih dahulu sebelum membayarnya. Dalam sistem cash on delivery ini bisa dianggap sebagai sebuah kesalahan fatal.

Bahkan ketika kita melihat delik hukum orang yang melakukan hal seperti itu dapat dijerat dengan pelanggaran berupa perampasan. Karena pada dasarnya barang tersebut belum menjadi hak konsumen.

COD artinya baru setelah barang dibayarkan oleh konsumen terserah Anda mau bakar atau semacamnya. Selama menggunakan sistem cash on delivery produk baru menjadi hak pelanggan ketika sudah dibayar COD.

Sebelum melakukan pembayaran konsumen tidak memiliki hak apapun untuk menyentuh paket tersebut. Kemudian kewajiban Anda sebagai konsumen adalah bayar dulu sebelum ambil paket.

2. Protes kepada kurir

Apabila terjadi kesalahan pada produk misalnya barangnya tidak sama atau ternyata isinya rusak, jangan marahi kurir. Bayar dulu, terima barangnya, kemudian lakukan pengajuan keluhan pada platform ecommerce.

Itu adalah hal paling benar yang bisa dilakukan oleh konsumen ketika ada kesalahan dalam produk. Jadi tidak masalah terima dulu barangnya baru ajukan keluhan dan pengajuan pengembalian.

Jika pengajuan pengembalian diterima maka Anda bisa memperoleh kembali uang Anda beserta ongkos kirimnya. COD artinya bisa juga dengan melakukan pengajuan penukaran barang kembali.

Jadi kirimkan lagi barang tersebut, tanggung dulu biaya kirim produknya sampai kepada penjual. Baru kemudian platform e commerce akan mengganti excess cost pada konsumennya.

Dengan mengetahui dua kesalahan tersebut tentu sekarang Anda dapat melakukan koreksi diri. Jangan sampai menjadi konsumen seperti itu dan justru menumpahkan amarahnya pada para kurir.

Apakah Cash on Delivery Lebih Efektif untuk Belanja

Bagi orang yang belum pernah menggunakan sistem seperti itu tentu saja banyak bertanya. Apakah penggunaan sistem COD artinya lebih efektif untuk melakukan belanja secara online di platform ecommerce.

Tentu saja jawabannya akan bervariasi tergantung dengan kapabilitas Anda dalam berbelanja. Kita bedah saja dari sudut pandang adanya cash on delivery ini di Indonesia sebagai pertimbangannya.

1. Tidak perlu memiliki uang virtual

Untuk melakukan belanja dengan adanya sistem pembayaran saat pengiriman ini tentu banyak membantu. Anda tidak perlu repot memiliki mata uang virtual agar dapat melakukan pembayaran.

Artinya seorang konsumen dari desa misalnya yang belum tentu memiliki mobile banking bisa melakukan belanja. Ini banyak membantu memperluas pangsa pasar tidak hanya di kota saja.

2. Lebih yakin pada penjual

Biasanya orang memiliki mindset bahwa penjual yang terpercaya selalu memberikan layanan COD. Itu adalah konsep yang benar namun tidak semua layanan COD artinya yang diberikan oleh penjual bertanggung jawab.

Ini adalah salah satu gimmick marketing yang dilakukan oleh penjual agar konsumen merasa yakin. Karena mereka bisa membayar ketika barang dinyatakan sudah datang ke rumah.

Konsep seperti itu sebenarnya cukup sederhana dan bisa membuat orang terutama awam tertarik. Dengan adanya layanan tersebut tentu saja lebih mudah membedakan mana penjual terpercaya dan tidak.

3. Pembelian lebih simpel

Bagi orang dengan pandangan konservatif dalam keuangan tentu saja ini adalah hal paling simpel. Konsep mereka dalam berbelanja ketika barang belum sampai maka tidak dibayar tentu masih terjaga.

Kemudian simplisitas dari COD artinya sendiri terletak pada konsumen yang tidak perlu memiliki rekening atau mata uang virtual. Sehingga mereka bisa melakukan transaksi daring namun pembayaran darat.

Dengan memahami beberapa sudut pandang tersebut tentu Anda dapat mempertimbangkan seperti apa efektivitasnya. Ketika digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan pangsa pasar lebih luas.

Baca Juga : 7 Cara Sukses Menarik Ratusan Reseller untuk Bisnis

Kekurangan dari Sistem Cash on Delivery

Meskipun dinyatakan memiliki banyak kelebihan namun ada saja kekurangan dalam layanan tersebut. Berikut ini akan kami jelaskan apa saja kekurangan yang terjadi dengan menggunakan sistem COD.

1. Miskonsepsi 

Ini adalah kesalahan terbesar pembayaran saat pengiriman datang di Indonesia. Banyak orang mengira masyarakat bisa mengecek dulu sebelum melakukan pembayaran terhadap produk.

Tentu saja tidak bisa karena sebelum konsumen menyerahkan uang pada kurir, paket tidak boleh di tangan pelanggan. Ini adalah salah satu hukum yang tidak boleh dilanggar dalam transaksi COD artinya.

Pada praktiknya bahkan paling para para pembuat konten masih percaya sistem COD bisa cek lebih dulu produknya. Itu adalah kesalahan terbesar dan membuat masyarakat Indonesia semakin bodoh.

Sistem bayar ditempat itu artinya Anda bayar dulu ketika paket datang kepada kurir. Setelah itu baru kurir boleh menyerahkan paket pada klien, apapun hasilnya konsumen tetap perlu bayar.

2. Hak konsumen terbatas

Jika kita lihat dari seperti definisi COD artinya apa pasti Anda menyadari bahwa hak konsumen sangat terbatas. Oleh karena itu konsumen akan lebih rawan menjadi korban penipuan.

Bayangkan saja ketika memang ada toko spesialis penipuan cash on delivery di ecommerce. Anda akan lebih sulit memperjuangkan hak sebagai konsumen dibandingkan membayar online.

Dengan memahami beberapa aspek tersebut tentu sekarang Anda menjadi lebih paham. COD artinya apa dan bagaimana memanfaatkannya secara tepat agar tidak terjadi miskonsepsi dalam prosesnya.

Nah, itu dia pembahasan mengenai sistem COD. Dengan banyaknya sistem pembayaran yang saat ini muncul, seperti COD, transfer, dan e-wallet. Kamu harus tau bagaimana cara pencatatan keuangannya.

Aplikasi Kasir Pintar menawarkan pencatatan keuangan yang mudah dan praktis untuk kamu yang kesulitan mencatat keluar masuknya uang dari sistem pembayaran yang berbeda.

Yuk coba gratis selama 30 hari tanpa syarat apapun. Dan rasakan kemudahan fiturnya untuk pengelolaan bisnismu!

Artikel Terkait

Kasir Pintar lazyload
Kasir Pintar

Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar

Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat

Download Sekarang