Cara Menghitung Harga Jual Produk

Cara menghitung harga jual produk dinilai sangat penting. Sebab, ini merupakan salah satu faktor penentu apakah konsumen akan kembali membeli produk kamu atau tidak  dan apakah keuntungan yang kamu dapatkan memang menguntungkan untuk mulai menabung serta mengembangkan bisnis.

Seorang dengan brand ternama dapat menjual produk dengan harga selangit tetapi tetap laku keras di pasaran. Sebab, mereka memiliki pengaruh yang besar sehingga banyak pelanggan yang rela menghabiskan uang banyak untuk mendapatkan produknya. Kemudian, kualitas bagus juga mampu menarik pelanggan untuk datang.

Nah untuk seorang pengusaha baru yang bukanlah orang terkenal. Kamu juga belum bisa memberikan bukti jika produk yang dijual memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk lainnya. Lantas, bagaimana cara menghitung harga jual produk?

Markup Pricing

Markup Pricing adalah metode untuk menhitung harga jual produk dengan menambahkan beberapa persen harga dari pembelian bahan baku. Kamu harus bisa mengkalkulasi terlebih dahulu berapa modal yang dibutuhkan sebelum mendapatkan markup pricing-nya. Persentase tersebut yang nantinya akan menjadi keuntungan yang bisa kamu ambil dari sebuah produk.

Contoh :

kamu memiliki usaha minuman dengan bahan baku modal Rp. 10 ribu/gelas. Markup yang ingin tambahkan adalah 30%. Jadi, berapakah keuntungan yang bisa didapatkan?

Harga Jual= Rp. 10.000 + (Rp. 10.000 x 30%)

Harga Jual= Rp. 13.000/porsi

Kamu akan mendapatkan untung sekitar Rp. 3 ribu apabila ingin menggunakan markup sekitar 30%.

Baca Juga : Lakukan Ini Untuk Membuat Anggaran Bisnis

Margin Pricing

Margin pricing merupakan metode yang berlawanan dengan markup pricing. Kamu harus menentukan terlebih dahulu berapa besar produk yang akan dijual. Setelah itu, kamu bisa masukkan ke dalam rumus di bawah untuk menentukan berapa besar persentase profit yang diambil. Dari situ, kamu bisa tentukan apakah harga yang diberikan terlalu besar atau tidak.

Contoh :

kamu memiliki usaha minuman dengan bahan baku modal Rp. 10 ribu/gelas, dan ingin menjualnya seharga Rp. 25 ribu pergelas. Apakah keuntungan yang diambil terlalu besar atau tidak?

Margin= (25.000 – 10.000)/ 25.000

Margin= 0,6 atau 60%

Keuntungan yang didapatkan mencapai 60%. Jika menurut kamu terlalu besar, kamu bisa ubah agar profit yang dihasilkan tidak melebihi 50% dari harga modal awal. Kenapa? karena biasanya memang profit normal sebuah produk tidak lebih dari angka tersebut.

Value Based Pricing

Value Based Pricing merupakan cara menentukan harga jual sebuah produk paling unik. Sebab, kamu akan memberikan harga sesuai dengan nilai yang didapatkan oleh pelanggan. Dengan kata lain, pelanggan yang berhak untuk menentukan seberapa mahal barang tersebut, atau willing to pay (WTP).

Para pelanggan sendiri biasanya akan rela untuk membayar mahal sebuah produk berdasarkan beberapa hal, kualitas produk, populatiras dan kelangkaan. Ketiga alasan tersebut merupakan alasan beberapa brand memilih untuk menjual produk mereka secara limited alias terbatas. Semakin langka sebuah produk, semakin mahal juga harga yang akan diberikan.

Manufacturer Suggested Retail Price

MSRP merupakan harga produk yang biasanya sudah disarankan oleh sang pemilik kepada pelanggannya. Di Indonesia, kamu bisa mengenalnya dengan tulisan “harga eceran yang disetarakan”. Biasanya, MSRP hanya digunakan untuk perusahaan manufakturing, salah satunya adalah otomotif atau kendaraan bermotor.

Keystone Pricing

Sebuah metode yang mana digunakan oleh seorang retailer untuk melipatgandakan harga modal dari produk yang akan dijual kepada pelanggan. Misalnya, kamu membeli sebuah barang dengan modal Rp. 100 ribu tetapi menjualnya dengan margin keuntungan 100%. Jadi, pelanggan kamu harus membayarnya dengan harga Rp. 200 ribu.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menggunakan keystone pricing, salah satunya adalah kamu harus memastikan jika produk yang dijual memenuhi standar kualitas dan kelayakan. Karena pelanggan tidak akan ada yang mau membayar mahal apabila produk yang dijual merupakan produk yang bisa ditemukan di tempat lain dengan harga lebih murah.

Nah itu tadi beberapa cara menghitung harga jual produk. Anda dapat menerapkan salah satu metode tersebut. Jenis atau karakteristik bisnis serta tujuan bisnis anda juga mempenagaruhi metode yang anda gunakan.