Jenis-Jenis Electronic Payment yang Perlu Diketahui Pebisnis
Seputar Bisnis | 29 Januari 2026
Insight Bisnis / Seputar Bisnis / Apa Itu Mesin EDC? Pengertian, Cara Kerja, dan Risikonya
29 Januari 2026 | marketing
Seiring berkembangnya transaksi non-tunai, penggunaan mesin EDC semakin umum dijumpai di berbagai jenis usaha. Mulai dari toko retail, restoran, hingga usaha kecil dan menengah, mesin EDC menjadi alat penting untuk melayani pembayaran menggunakan kartu debit maupun kredit.
Bagi pelanggan, transaksi menjadi lebih praktis. Bagi pelaku usaha, EDC membantu mempercepat proses pembayaran dan meningkatkan profesionalisme bisnis.
Namun, meskipun terlihat sederhana, masih banyak pelaku usaha yang belum benar-benar memahami apa itu mesin EDC, bagaimana cara kerjanya, serta risiko yang perlu diantisipasi. Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian mesin EDC, cara kerjanya, serta risiko yang perlu diperhatikan sebelum menggunakannya.
Mesin EDC adalah singkatan dari Electronic Data Capture. Mesin ini digunakan untuk memproses transaksi pembayaran non-tunai dengan kartu, seperti kartu debit dan kartu kredit. Mesin EDC terhubung dengan sistem perbankan untuk memverifikasi dan menyelesaikan transaksi secara elektronik.
Dengan mesin EDC, pelaku usaha tidak perlu lagi mengelola uang tunai dalam jumlah besar. Setiap transaksi tercatat secara otomatis dan dana akan masuk ke rekening bisnis sesuai ketentuan bank penyedia layanan.
Fungsi utama mesin EDC adalah memfasilitasi pembayaran non-tunai dengan aman dan cepat. Mesin ini membantu mempercepat transaksi di kasir, mengurangi antrean, serta meminimalkan kesalahan penghitungan uang.
Selain itu, mesin EDC juga berfungsi sebagai alat pencatatan transaksi. Data transaksi yang terekam bisa digunakan sebagai referensi laporan penjualan dan memudahkan proses rekonsiliasi keuangan.
Mesin EDC tersedia dalam beberapa jenis, tergantung pada kebutuhan bisnis. Ada EDC yang bersifat statis dan terhubung melalui jaringan kabel atau WiFi, serta EDC mobile yang menggunakan jaringan seluler sehingga bisa dibawa ke mana saja.
Pemilihan jenis mesin EDC biasanya disesuaikan dengan model bisnis, volume transaksi, dan mobilitas usaha.
Cara kerja mesin EDC dimulai ketika pelanggan memasukkan atau menempelkan kartu ke mesin. Mesin akan membaca data kartu dan mengirimkan informasi transaksi ke bank penerbit kartu melalui jaringan yang terhubung.
Setelah itu, bank akan memverifikasi data, memastikan saldo atau limit kartu mencukupi, lalu mengirimkan persetujuan atau penolakan transaksi. Jika transaksi disetujui, mesin EDC akan mencetak struk sebagai bukti pembayaran.
Mesin EDC dilengkapi dengan sistem keamanan untuk melindungi data transaksi. Setiap transaksi membutuhkan verifikasi berupa PIN atau tanda tangan, tergantung jenis kartu dan kebijakan bank.
Data yang dikirimkan juga terenkripsi sehingga mengurangi risiko penyalahgunaan informasi kartu. Sistem keamanan ini menjadi salah satu alasan mengapa pembayaran non-tunai semakin dipercaya oleh pelaku usaha dan konsumen.
Penggunaan mesin EDC memberikan banyak keuntungan bagi bisnis. Salah satunya adalah memperluas pilihan pembayaran bagi pelanggan. Dengan menyediakan pembayaran non-tunai, bisnis dapat menjangkau konsumen yang tidak membawa uang tunai.
Selain itu, mesin EDC membantu mengurangi risiko uang palsu, kehilangan uang tunai, serta kesalahan pengembalian uang. Transaksi menjadi lebih rapi dan profesional.
Bagi pelanggan, mesin EDC memberikan kenyamanan dan kecepatan dalam bertransaksi. Pelanggan tidak perlu menghitung uang atau mencari kembalian, sehingga proses pembayaran menjadi lebih efisien.
Pengalaman transaksi yang nyaman meningkatkan kepuasan pelanggan dan mendorong mereka untuk kembali berbelanja di tempat yang sama.
Meski memiliki banyak keuntungan, mesin EDC juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah ketergantungan pada jaringan. Jika koneksi internet atau jaringan bank bermasalah, transaksi tidak bisa diproses.
Selain itu, terdapat biaya layanan atau potongan transaksi yang harus dibayar oleh pelaku usaha. Biaya ini perlu diperhitungkan agar tidak menggerus margin keuntungan.
Mesin EDC juga tidak lepas dari risiko kesalahan teknis, seperti mesin error atau kartu tidak terbaca. Jika tidak ditangani dengan cepat, hal ini bisa menghambat transaksi dan membuat pelanggan tidak nyaman.
Selain itu, kesalahan penggunaan oleh kasir, seperti salah memasukkan nominal, juga bisa terjadi. Oleh karena itu, pelatihan penggunaan mesin EDC sangat penting.
Untuk meminimalkan risiko, pastikan mesin EDC selalu dalam kondisi baik dan jaringan stabil. Lakukan pengecekan rutin dan segera laporkan ke bank jika terjadi kendala teknis.
Pelaku usaha juga perlu memahami kebijakan biaya transaksi serta melakukan pencatatan yang rapi agar arus kas tetap terkontrol.
Mesin EDC menjadi bagian penting dari ekosistem pembayaran digital. Di era cashless, EDC berperan sebagai jembatan antara sistem perbankan dan transaksi di lapangan.
Penggunaan mesin EDC juga mendukung transparansi keuangan dan memudahkan integrasi dengan sistem kasir digital.
Baca Juga : 8 Cara Mempromosikan Usaha Biar Cepat Dikenal Tanpa Buang Banyak Biaya
Baca Juga : Cara Buat Auto Reply Pesan untuk WhatsApp & Instagram dengan Mudah
Mesin EDC adalah alat penting dalam mendukung transaksi non-tunai yang cepat, aman, dan praktis. Dengan memahami pengertian, cara kerja, serta risikonya, pelaku usaha dapat memanfaatkan mesin EDC secara optimal.
Meski memiliki beberapa risiko seperti ketergantungan jaringan dan biaya transaksi, manfaat yang diberikan mesin EDC jauh lebih besar jika dikelola dengan baik. Di tengah tren pembayaran digital yang terus berkembang, mesin EDC menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kualitas layanan dan profesionalisme bisnis.
Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh !
Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar
Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :
- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi
Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.
✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan
Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!
📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com
Artikel Terkait
Artikel Populer
Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar
Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat