Cara Menerapkan Quality Control agar Produk Minim Defect
Manajemen Stok & Karyawan | 15 Januari 2026
Point of Sales / Manajemen Stok & Karyawan / Apa Itu Reorder Point? Cara Menentukan Waktu Pemesanan Stok yang Tepat
21 Januari 2026 | marketing
Dalam bisnis yang menjual produk fisik, manajemen stok menjadi salah satu faktor krusial yang menentukan kelancaran operasional. Terlalu banyak stok bisa membuat modal tertahan dan risiko barang rusak meningkat.
Sebaliknya, kekurangan stok dapat menyebabkan kehilangan penjualan dan menurunkan kepercayaan pelanggan. Untuk menghindari dua masalah ini, pelaku usaha perlu memahami konsep Reorder Point atau titik pemesanan ulang.
Sayangnya, masih banyak UMKM dan bisnis retail yang melakukan pemesanan stok hanya berdasarkan perkiraan atau feeling. Padahal, ada cara yang lebih terukur dan aman agar stok selalu tersedia di waktu yang tepat. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu reorder point, manfaatnya, serta cara menentukan waktu pemesanan stok yang ideal agar bisnis berjalan lebih efisien.
Reorder Point adalah titik batas jumlah stok di mana bisnis harus segera melakukan pemesanan ulang barang agar tidak kehabisan persediaan. Dengan kata lain, reorder point menunjukkan kapan sebuah produk harus dipesan kembali, bukan berapa banyak yang harus dipesan.
Konsep ini sangat penting karena proses pengadaan barang tidak terjadi secara instan. Ada jeda waktu antara pemesanan ke supplier hingga barang benar-benar tiba di gudang atau toko. Jeda waktu inilah yang disebut sebagai lead time.
Tanpa reorder point yang jelas, bisnis berisiko mengalami kekosongan stok secara tiba-tiba. Hal ini bisa berdampak langsung pada penjualan, terutama jika produk tersebut termasuk barang yang paling sering dicari pelanggan.
Selain itu, reorder point membantu bisnis menghindari pembelian stok secara berlebihan. Dengan stok yang terkontrol, arus kas menjadi lebih sehat dan ruang penyimpanan bisa dimanfaatkan secara optimal.
Banyak pelaku usaha yang masih menyamakan reorder point dengan safety stock. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda meskipun saling berkaitan.
Safety stock adalah stok cadangan yang disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan atau keterlambatan pengiriman. Sementara reorder point adalah titik pemicu untuk melakukan pemesanan ulang, yang biasanya sudah memperhitungkan safety stock di dalamnya.
Untuk menentukan reorder point secara akurat, ada beberapa komponen utama yang perlu diperhatikan. Pertama adalah tingkat penjualan harian atau rata-rata penggunaan barang. Data ini menunjukkan seberapa cepat stok berkurang.
Kedua adalah lead time atau waktu tunggu pengiriman dari supplier. Setiap supplier memiliki lead time yang berbeda, sehingga penting untuk mencatatnya dengan baik. Ketiga adalah safety stock sebagai cadangan pengaman.
Ketika jumlah stok suatu produk menyentuh angka reorder point, sistem atau pemilik bisnis harus segera melakukan pemesanan ulang. Dengan begitu, stok baru akan datang tepat saat stok lama hampir habis.
Jika reorder point dihitung dengan benar, bisnis tidak akan mengalami kekosongan stok maupun penumpukan barang. Operasional pun berjalan lebih lancar dan stabil.
Bisnis yang tidak menerapkan reorder point biasanya sering menghadapi masalah stok. Salah satunya adalah kehabisan barang di saat permintaan sedang tinggi. Kondisi ini dapat membuat pelanggan beralih ke kompetitor.
Di sisi lain, tanpa perhitungan reorder point, bisnis juga rentan membeli stok dalam jumlah besar tanpa perencanaan. Akibatnya, biaya penyimpanan meningkat dan risiko dead stock semakin besar.
Banyak pelaku UMKM menganggap reorder point hanya cocok untuk bisnis besar. Padahal, justru UMKM sangat membutuhkan sistem ini karena keterbatasan modal dan ruang penyimpanan.
Dengan reorder point, UMKM dapat mengatur pembelian stok secara lebih efisien. Modal tidak tertahan terlalu lama di persediaan barang, sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan bisnis lainnya.
Salah satu tantangan utama adalah kurangnya data penjualan yang rapi. Tanpa data yang akurat, perhitungan reorder point menjadi kurang optimal.
Selain itu, perubahan pola permintaan juga bisa memengaruhi reorder point. Oleh karena itu, bisnis perlu melakukan evaluasi secara berkala agar angka reorder point tetap relevan dengan kondisi terbaru.
Mengelola reorder point secara manual memang bisa dilakukan, tetapi rentan terhadap kesalahan. Di sinilah peran sistem pencatatan digital menjadi sangat penting.
Dengan sistem digital, data penjualan dan stok dapat tercatat secara real-time. Sistem juga bisa memberikan notifikasi ketika stok mendekati reorder point, sehingga pemilik bisnis tidak perlu terus-menerus memantau secara manual.
Agar reorder point bekerja maksimal, pastikan data penjualan selalu diperbarui. Catat penjualan harian dengan konsisten agar pola permintaan bisa dianalisis dengan baik.
Selain itu, bangun komunikasi yang baik dengan supplier. Dengan mengetahui estimasi lead time yang akurat, bisnis dapat menentukan reorder point dengan lebih tepat dan mengurangi risiko keterlambatan stok.
Reorder point bukan hanya alat operasional harian, tetapi juga bagian dari perencanaan bisnis jangka panjang. Dengan stok yang terkontrol, bisnis lebih siap menghadapi lonjakan permintaan musiman atau ekspansi usaha.
Pengelolaan stok yang baik juga mencerminkan profesionalisme bisnis. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan mitra, supplier, dan pelanggan.
Baca Juga : Sering Boncos Pas Ngirim Paket? Mending Cek Ongkir Dulu Deh!
Baca Juga : Cara Menerapkan Quality Control agar Produk Minim Defect
Reorder point adalah konsep penting dalam manajemen stok yang membantu bisnis menentukan waktu pemesanan ulang barang secara tepat. Dengan memahami dan menerapkannya, bisnis dapat menghindari kekosongan stok, menekan biaya penyimpanan, dan menjaga arus kas tetap sehat.
Baik bisnis besar maupun UMKM, semua bisa mendapatkan manfaat dari penerapan reorder point. Dengan dukungan data yang akurat dan sistem pencatatan yang rapi, reorder point akan menjadi alat strategis untuk menjaga operasional bisnis tetap efisien dan berkelanjutan.
Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh !
Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar
Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :
- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi
Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.
✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan
Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!
📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com
Artikel Terkait
Artikel Populer
Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar
Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat