Apa Itu Dead Stock? Masalah Umum yang Menghambat Arus Kas
Manajemen Stok & Karyawan | 2 Januari 2026
Point of Sales / Manajemen Stok & Karyawan / Stock Taking: Pengertian, Manfaat, dan Cara Melakukannya dengan Benar
6 Januari 2026 | marketing
Dalam dunia bisnis, khususnya usaha ritel, gudang, dan UMKM, stok barang merupakan aset penting yang harus dikelola dengan baik. Namun, tidak sedikit pelaku usaha yang mengalami masalah seperti selisih stok, barang hilang, atau laporan persediaan yang tidak akurat.
Salah satu cara paling efektif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan stock taking secara rutin dan benar.
Stock taking bukan sekadar menghitung barang di gudang, tetapi merupakan proses penting untuk memastikan data stok sesuai dengan kondisi sebenarnya. Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian stock taking, manfaatnya bagi bisnis, serta cara melakukannya dengan benar agar operasional usaha berjalan lebih sehat dan terkendali.
Stock taking adalah proses pengecekan dan perhitungan fisik seluruh persediaan barang yang dimiliki bisnis dalam periode tertentu. Tujuan utama stock taking adalah mencocokkan jumlah barang secara fisik dengan data stok yang tercatat di sistem atau pembukuan.
Proses ini biasanya dilakukan secara berkala, seperti mingguan, bulanan, atau tahunan, tergantung skala dan kebutuhan bisnis. Stock taking sangat penting karena membantu pemilik usaha mengetahui kondisi stok secara nyata, bukan hanya berdasarkan catatan.
Banyak pelaku usaha menunda atau bahkan mengabaikan stock taking karena dianggap memakan waktu. Padahal, tanpa stock taking, bisnis berisiko mengalami kerugian yang tidak disadari.
Stock taking membantu memastikan bahwa barang yang tercatat memang benar-benar ada. Dengan begitu, bisnis dapat menghindari kesalahan pengelolaan stok yang dapat berdampak langsung pada penjualan dan arus kas.
Salah satu manfaat utama stock taking adalah mencegah selisih stok. Selisih antara data dan kondisi fisik sering terjadi akibat kesalahan pencatatan, barang rusak, atau kehilangan. Dengan stock taking, masalah ini bisa segera terdeteksi.
Selain itu, stock taking membantu meningkatkan akurasi laporan keuangan. Nilai persediaan yang tercatat dengan benar akan membuat laporan keuangan lebih valid dan dapat dipercaya. Hal ini sangat penting, terutama jika bisnis ingin berkembang atau mencari investor.
Stock taking juga membantu mengidentifikasi barang yang lambat terjual atau dead stock. Dengan mengetahui kondisi tersebut, pelaku usaha bisa segera mengambil langkah seperti promo atau diskon agar stok tidak menumpuk terlalu lama.
Tanpa stock taking, bisnis berjalan tanpa kontrol stok yang jelas. Akibatnya, sering terjadi kekurangan barang saat permintaan tinggi atau kelebihan stok yang mengikat modal.
Selain itu, ketidaksesuaian stok dapat menimbulkan konflik internal, terutama jika bisnis memiliki karyawan atau tim gudang. Tanpa data yang akurat, sulit menentukan penyebab selisih stok dan mengambil keputusan yang tepat.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan bisnis dan mengganggu arus kas.
Stock taking dapat dilakukan dengan beberapa metode, tergantung kebutuhan bisnis. Ada bisnis yang melakukan stock taking total, yaitu menghitung seluruh barang sekaligus dalam satu waktu tertentu.
Ada juga stock taking berkala yang dilakukan secara bertahap, misalnya per kategori produk atau per lokasi penyimpanan. Metode ini sering dipilih untuk bisnis dengan jumlah stok besar agar operasional tidak terganggu.
Yang terpenting, metode yang dipilih harus konsisten dan sesuai dengan kapasitas bisnis.
Menentukan waktu stock taking sangat penting agar tidak mengganggu operasional. Banyak bisnis memilih melakukan stock taking di luar jam operasional atau saat toko sedang sepi.
Selain itu, stock taking sebaiknya dilakukan secara rutin, bukan hanya saat terjadi masalah. Konsistensi akan membantu bisnis menjaga akurasi data stok dari waktu ke waktu.
Langkah pertama dalam stock taking adalah menyiapkan data stok yang tercatat. Data ini akan menjadi acuan saat melakukan pengecekan fisik barang.
Selanjutnya, lakukan perhitungan fisik barang satu per satu dengan teliti. Pastikan setiap barang dihitung dan dicatat dengan benar untuk menghindari kesalahan.
Setelah proses perhitungan selesai, bandingkan hasil fisik dengan data di sistem. Jika terdapat selisih, segera lakukan evaluasi untuk mengetahui penyebabnya, apakah karena kesalahan pencatatan, barang rusak, atau faktor lainnya.
Setiap proses stock taking sebaiknya didokumentasikan dengan baik. Catatan ini berguna sebagai arsip dan bahan evaluasi di masa mendatang.
Dokumentasi yang rapi membantu bisnis melacak pola masalah stok yang berulang dan mengambil langkah pencegahan yang lebih efektif.
Di era digital, stock taking tidak lagi harus dilakukan secara manual sepenuhnya. Penggunaan sistem pencatatan stok digital dapat mempermudah proses ini.
Dengan bantuan teknologi, data stok dapat diperbarui secara real-time dan hasil stock taking bisa langsung tercatat di sistem. Hal ini menghemat waktu, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan efisiensi kerja.
Beberapa kesalahan umum dalam stock taking antara lain melakukan perhitungan terburu-buru, tidak memisahkan barang rusak, dan tidak mencatat hasil dengan rapi.
Kesalahan lainnya adalah tidak menindaklanjuti selisih stok yang ditemukan. Tanpa evaluasi, masalah yang sama akan terus terulang dan merugikan bisnis.
Agar stock taking berjalan efektif, libatkan tim yang memahami produk dan alur stok. Pastikan setiap orang memiliki tugas yang jelas selama proses berlangsung.
Selain itu, lakukan stock taking secara konsisten dan jadikan sebagai bagian dari rutinitas bisnis. Dengan kebiasaan ini, pengelolaan stok akan menjadi lebih tertata dan terkendali.
Baca Juga : Teknik 80-20 Stok : Rahasia Mengurangi Risiko Tanpa Bikin Rugi
Baca Juga : Balanced Scorecard: Strategi Pengukuran Kinerja Bisnis Modern
Stock taking adalah proses penting dalam pengelolaan persediaan yang tidak boleh diabaikan oleh pelaku usaha. Dengan melakukan stock taking secara rutin dan benar, bisnis dapat memastikan keakuratan data stok, mencegah kerugian, dan menjaga arus kas tetap sehat.
Manfaat stock taking tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Dengan perencanaan yang baik, metode yang tepat, dan dukungan teknologi, stock taking dapat menjadi alat kontrol yang efektif untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan usaha.
Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh !
Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar
Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :
- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi
Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.
✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan
Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!
📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com
Artikel Terkait
Artikel Populer
Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar
Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat