Insight Bisnis / Keuangan / Buku Kas Untuk Bisnis : Manfaat, Jenis, dan Cara Membuat

Buku Kas Untuk Bisnis : Manfaat, Jenis, dan Cara Membuat

20 Juli 2022 | marketing

Kasir Pintar

Hai sob! sudahkan kamu membuat buku kas untuk bisnis mu? Saat kamu memiliki bisnis atau usaha, buku kas merupakan hal yang wajib dimiliki Loh! 

Dengan buku kas kamu dapat mencatat berbagai informasi penting yang akan membantumu dalam  mengontrol keuangan pada bisnis.

Pencatatan buku kas juga dapat mempengaruhi perencanaan dan pengambilan keputusan keuangan di masa mendatang. 

Selain itu, buku kas memiliki manfaat dan jenis yang cukup banyak untuk kamu gunakan dalam bisnis mu! Tinggal pilih saja jenis mana yang menurutmu akan sesuai dengan bisnis kamu. 

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut seputar informasi mengenai buku kas, sobat Kaspin boleh banget langsung simak artikel di bawah ini ya!

Apa Itu Buku Kas ?

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), buku kas adalah media pencatatan informasi keuangan perusahaan, dimana di dalamnya terdiri dari berbagai jenis transaksi baik secara tunai maupun kredit.

Salah satu contoh penerapan penggunaan buku kas harian yaitu catatan transaksi bisnis pada periode tertentu.

Catatan dalam buku ini dibuat mengikuti standar umum, sehingga dapat dipahami oleh semua orang.

Standarisasi yang dimaksud  adalah penggolongan transaksi, keterangan, dan juga statusnya.

Selain itu buku kas harian juga digunakan untuk mengetahui sektor manakah yang merupakan sumber pemasukan terbesar ataupun yang terkecil.

Sehingga perusahaan akan mampu membuat analisa dan rencana keuangan yang tepat.

Baca Juga : Yuk Simak Cara Mudah Pencatatan Keuangan Bagi UMKM!

Manfaat Buku Kas 

Sobat kaspin, pada awal artikel telah dijelaskan sedikit mengenai manfaat dari pencatatan buku kas bagi sebuah bisnis.

Nah, manfaat dari implementasi pencatatan buku kas tidak hanya itu loh, namun ada banyak sekali. Berikut merupakan beberapa manfaat dari buku kas yang perlu kamu ketahui :

1. Sebagai Catatan Harian

Disini yang dimaksud dengan catatan harian adalah sebuah catatan  mengenai arus keuangan pada setiap harinya.

Catatan ini harus dibuat secara mendetail dan terperinci pada setiap transaksinya. Karena dengan melakukan pencatatan transaksi, kamu akan lebih mudah dalam mengelola pemasukan dan pengeluaran setiap harinya.

2. Menelusuri Kesalahan

Dalam melakukan pencatatan keuangan, kamu pasti sering menemukan beberapa kesalahan atau kekeliruan, bukan?

Oleh karena itu, dengan adanya pembukuan kas ini, maka kamu akan lebih mudah menemukan letak kesalahan tersebut.

Caranya cukup mudah, yakni kamu hanya perlu menyamakan antara saldo uang yang ada dengan pencatatan buktinya.

3. Menunjukan Jumlah Uang yang Dimiliki

Dengan adanya pembukuan keuangan, maka akan lebih mudah untuk menghitung berapa banyak uang yang kamu miliki.

Karena dengan pencatatan kas yang dibuat secara terperinci dan mendetail akan membantu kamu dalam mengetahui jumlah uang yang ada.

Hal ini sekaligus menjadi solusi untuk pencarian sumber pemasukan apabila jumlah uang dirasa kurang cukup.

4. Mengidentifikasi Kelalaian

Pencatatan buku kas akan memudahkan kamu dalam menelusuri kesalahan, pembukuan ini juga dapat digunakan sebagai salah satu pengaman keuangan perusahaan.

Dengan pencatatan keuangan yang mendetail kamu akan jadi lebih mudah dalam mengidentifikasi apabila terjadi kecurangan dalam laporan keuangan.

5. Memastikan Penerimaan dan Pengeluaran Keuangan

Dalam aktivitas perusahaan, pasti akan banyak terjadi transaksi dalam setiap harinya.

Oleh sebab itu, dengan melakukan pembukuan kas akan membantu kamu untuk menyesuaikan keuangan perusahaan, baik yang masuk dan juga keluar.

Baca Juga : Definisi, Jenis dan Manfaat Laporan Keuangan yang Wajib Kamu Ketahui

Macam-macam Buku Kas 

Sobat Kaspin, Setelah mengetahui manfaat dan pentingnya pengimplentasian buku kas, sekarang kamu juga harus tahu nih tentang macam-macam buku kas. 

Dengan mengetahui jenis-jenis buku kas, kamu akan tahu mengenai urutan dan fungsi dari masing-masing pembukuan kas.

Pencatatan buku kas, memiliki berbagai macam pembukuan dengan tujuan pencatatan berbeda-beda. Hal ini bertujuan agar transaksi mudah diatur, sistematis, terperinci, dan berkala.

Berikut adalah macam-macam buku kas : 

1. Buku Kas Umum

Buku kas umum biasanya digunakan untuk pencatatan transaksi pemasukan dan pengeluaran.

Fungsi dari buku kas umum adalah untuk melihat keluar masuknya keuangan perusahaan. 

Dengan adanya buku kas umum, maka akan mempermudah kamu dalam melakukan kontrol, identifikasi, analisis, dan penyesuaian alokasi maupun sumber keuangan perusahaan.

2. Buku Kas Pembantu Bank

Buku kas pembantu bank bersifat pencatatan harian dan memiliki tujuan yang hampir sama dengan buku kas umum, yaitu sebagai media pencatatan keuangan perusahaan.

Namun, objek pada jenis pembukuan ini berbeda dengan pembukuan pada umumnya. 

Yang membedakannya yakni, dalam buku ini hanya mencantumkan transaksi keuangan melalui bank seperti ATM dan Teller saja.

Transaksi di luar bank tidak akan masuk ke dalam pencatatan pada buku ini.

3. Buku Kas Pembantu Pajak

Buku kas pembantu pajak adalah buku yang berisikan catatan transaksi berkaitan dengan perpajakan.

Jadi, transaksi seperti penyetoran atau pembayaran pajak akan langsung masuk ke dalam pembukuan jenis ini.

Transaksi pemungutan pajak, pajak lain seperti PPH juga termasuk di dalamnya.

4. Buku Pembantu Panjar

Buku pembantu panjar adalah buku yang berfungsi untuk mencatat pengeluaran yang ditujukan kepada pihak lain.

Dimana transaksi tersebut harus mengikuti serangkaian ketentuan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Penyusunan dan penggunaan buku ini diatur dalam peraturan khusus kementerian dalam negeri.

Cara Membuat Buku Kas 

Setelah mengetahui macam-macam buku kas. Pasti Sobat Kaspin ingin mengetahui bagaimana sih cara nya membuat buku kas tersebut? 

Nah, Ada beberapa cara membuat buku kas yang perlu kamu pahami nih! Di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Model Folio Satu Halaman

Cara membuat buku kas bisa menggunakan model folio satu halaman. Cara ini umumnya digunakan oleh perusahaan kecil karena dianggap praktis.

Keterangan di dalam pemasukan dan pengeluaran terdapat pada halaman yang sama, sehingga akan lebih menghemat waktu dan mudah untuk dibaca.

Dalam buku folio satu halaman, terdapat 5 unsur yang tidak boleh dilewatkan, yaitu:

  • Kolom pertama diisi tanggal
  • Kolom kedua untuk mengisi keterangan keluar masuknya arus dana
  • Kolom ketiga diisi nomor surat bukti kas pemasukan dan juga bukti kas pengeluaran
  • Kolom keempat untuk mengisi jumlah saldo kas perusahaan
  • Kolom kelima diisi dengan jumlah pengeluaran dana kas yang akan dilakukan

Contoh :

2. Model Folio Dwi Halaman (Skontro)

Di dalam cara membuat buku kas model folio dwi halaman, kamu harus memiliki dua halaman yang di dalamnya terdiri dari halaman debit dan juga halaman kredit.

Dimana halaman debit berguna untuk mencatat pemasukan uang kas dan asalnya.

Halaman debit terdiri dari 4 kolom, yaitu :

  • Kolom pertama diisi tanggal masuk uang
  • Kolom kedua untuk mengisi keterangan tentang pemasukan secara singkat dan jelas
  • Kolom ketiga diisi nomor urut dari bukti masuknya uang
  • Kolom keempat untuk mengisi jumlah pemasukan sesuai dengan tanggal yang tercatat

Sementara halaman kredit dibuat untuk mencatat pengeluaran uang. Pada halaman ini, kamu juga harus menyertakan alasan dari pengeluaran yang terjadi secara jelas.

Halaman kredit akan terdiri dari empat kolom, di antaranya adalah :

  • Kolom pertama untuk mengisi tanggal
  • Kolom kedua diisi keterangan pengeluaran yang dilakukan perusahaan
  • Kolom ketiga untuk mengisi nomor urut pengeluaran dana
  • Kolom keempat diisi catatan jumlah uang yang dikeluarkan di tanggal tersebut

Contoh :

3. Model Tabelaris

Metode ketiga dalam penulisan buku kas adalah tabelaris. Cara ini sebenarnya tak jauh berbeda dengan metode folio.

Hanya saja lajur-lajur pada cara tabelaris lebih banyak karena metode ini memisahkan setiap transaksi berdasarkan kelompok-kelompok sesuai kebutuhan perusahaan.

Pada metode tabelaris, umumnya transaksi debet diletakkan di sebelah kiri. Sedangkan sebelah kanan dipakai untuk mencatat transaksi kredit. 

Contoh : 

4. Microsoft Excel

Tiga model pembuatan buku kas diatas adalah menggunakan cara manual. Nah, Kamu juga bisa membuat buku kas menggunakan komputer loh!

Karena jauh lebih praktis dan minim kesalahan dan yang paling penting kamu tidak perlu ribet lagi untuk membuat garis-garis tabel. Tinggal Masukan rumus-rumus Excel kamu sudah dapat membuat buku kas mu sendiri.

Berikut adalah rumus-rumus yang bisa kamu gunakan untuk membuat nya :

Membuat Format Buku Kas

Umumnya, buku kas di Excel memiliki judul dan tabel kas baru dimulai pada baris kedua. Jadi, kamu akan mulai membuat tabel dari cell A2. Buat kolom dengan urutan ke kanan:

  • Tanggal (A2) 
  • Bukti (B2)
  • Keterangan (C2)
  • Kode (D2)
  • Debet (E2)
  • Kredit (F2) 
  • Saldo (G2)

Untuk lebar kolom, kamu bisa mengaturnya sesuai dengan kebutuhan ya. 

Nah untuk pencatatan penjualan, salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi POS seperti Kasir Pintar.

Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti

  • Atur stok barang
  • catat berbagai macam metode transaksi penjualan
  • laporan usaha lengkap
  • Manajemen Pelanggan (CRM)
  • Manajemen Karyawan & Cabang Usaha
  • dan masih banyak lainya

Kamu bisa pelajari fitur-fitur dari Kasir Pintar dengan mengklik link berikut ini, Pelajari Fitur

Kamu juga bisa coba gratis selama 30 Hari dan mendapatkan fitur lengkap dari Kasir Pintar Pro.

Baca Juga : Cara mudah mencatat keuangan bagi UMKM

Tag

#keuangan

Artikel Terkait

Kasir Pintar lazyload
Kasir Pintar

Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar

Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat

Download Sekarang

Lihat Brosur