Strategi penetapan harga produk, Pebisnis wajib tahu!

Salah satu hal yang menjadi keberhasilan dari bisnis adalah dengan memenuhi ekspektasi dari konsumen. Salah satu hal yang harus dipenuhi adalah penetapan harga yang tepat pada produk di bisnis.

Penetapan harga yang tepat menjadi suatu yang penting untuk dipikirkan, karena jika terlalu rendah malah akan merugikan bisnis kita. dan sebaliknya jika terlalu tinggi akan menjadi kurang kompetitif.

Maka penetapan harga suatu produk harus dipertimbangkan berdasarkan :

1. Daya beli dari Target Market

Pelanggan adalah faktor utama yang wajib di pertimbangkan sebelum menyusun strategi penetapan harga.

Karena kita menetapkan produk pun sesuai dengan target market, maka begitu juga dengan penetapan harga.

Kita harus bisa melihat profil dari target market, mulai dari demografi, usia, penghasilan dan yang terpenting daya beli mereka. 

seperti contoh jika kita menargetkan cafe untuk mahasiswa, maka kita harus tahu mahasiswa yang seperti apa yang akan ditargetkan? mulai dari umur, jumlah budget yang biasa mereka keluarkan, hingga gaya hidup mereka juga bisa Kamu masukkan sebagai acuan.

Semakin banyak data yang kita ambil, semakin besar peluang produk bisnis Kamu di terima dan dibeli oleh target market Kamu.

2. Lihat Benchmark dan Kompetitor

Konsumen atau pelanggan yang membeli sebuah barang atau jasa, tentunya memutuskan berdasarkan informasi dari berbagai sumber yang menarik yang mereka dapatkan dan tersimpan dalam benak mereka.

Makas sudah pasti informasi dari konsumen dan pelanggan yang bisa kita terima dari berbagai brand kompetitor kita.

Oleh karena itu memahami kompetitor menjadi sangat penting untuk dipelajari, pelajari mulai dari value apa saja yang mereka tawarkan kepada target market.

Saat ini pun sah-sah saja bagi bisnis baru untuk ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) dari brand sebelumnya, karena itu adalah cara termudah untuk dilakukan dan kita terapkan di bisnis kita.

Karena berbagai value dari kompetitor yang ditawarkan, harga jual menjadi salah satu hal utama yang perlu dipelajari. terlebih jika kita menyasar market yang price sensitive. selisih 500 perak saja akan menjadi faktor yang signifikan.

Baca Juga : Mengatasi Perang Harga dalam Bisnis Online

3. Positioning dari produk dan jasa 

Positioning adalah strategi untuk merancang penawaran dan membentuk citra perusahaan agar bisa memperoleh tempat khusus dalam benak konsumen.

Dengan menetapkan positioning yang sesuai maka kita bisa mengatakan secara tidak langsung tentang alasan kenapa produk kita dijual dengan harga tertentu.

Tentu banyak hal yang bisa dijadikan positioning dalam bisnis, mulai dari fitur, benefit dan juga brand image juga bisa dimasukkan.

Seperti contoh starbuck membangun positioning sebagai tempat hangout yang keren sambil minum kopi, padahal jika dibandingkan dengan kedai kopi lainya taste dan kualitas kopi pun bisa dibandingkan.

Karena brand image yang ditawarkan itulah, banyak orang yang rela untuk merasakan bagaimana berada di starbuck untuk terlihat keren dan mewah.

4. Penetapan Harga berdasarkan Kualitas Produk

Saat ini konsumen lebih teliti dalam memilih dan menentukan keputusan membeli produk.

dengan banyaknya faktor penentu seperti varian, kualitas, kemasan, fitur dan hal lainya para pelanggan berusaha untuk membandingkan dengan harga yang ditetapkan.

tentu hal ini menjadi sebuah pemahaman terhadap level dari kualitas produk kita, sehingga tugas Kamu adalah menetapkan harga yang relevan dengan produk atau jasa yang sedang Kamu tawarkan .

Baca Juga : Cara Cepat dan Mudah Hitung Harga Pokok Produksi

5. Penetrasi Harga dimarket

Saat Kamu memasuki sebuah pasar yang baru, Kamu bisa melakukan set harga produk dibawah harga yang ada di market.

Tentu ada konsekuensinya yaitu margin profit kita akan lebih kecil, tapi walaupun demikian tujuan utama dari strategi ini adalah menciptakan daya tarik dari sisi harga di market yang sedang Kamu masuki.

Strategi ini dengan catatan Kualitas yang ditawarkan kurang lebih sama dengan kompetitor, sehingga target market bisa membandingkan secara kualitas dan harga.

Ketika target market dari bisnis Kamu sudah mulai tertarik dengan harga yang ditawarkan, maka dengan strategi ini profit diharapkan dapat dari volume penjualan yang tinggi dan experience yang diperoleh oleh target market yang puas ketika menggunakan atau mengkonsumsi produk kita.

Frekuensi konsumsi dengan jumlah konsumen yang banyak dan periode yang lama, akan merubah habit konsumsi target market.

Sehingga diharapkan pada akhirnya berhasil mengalihkan kebiasaan konsumsi dari brand pesaing ke brand kita, atau bermunculan juga konsumen-konsumen baru yang membeli produk yang kita jual.

Ketika habit sudah terbangun, harga mulai bisa dinaikan secara bertahap dalam range yang masih sesuai daya beli konsumen dan kompetitif.

Baca Juga : Lakukan ini sebelum Menaikkan Harga Jual Barang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.