Insight Bisnis / Seputar Bisnis / Apa Yang Membedakan E-commerce dan Social Commerce dalam Dunia Bisnis?

Apa Yang Membedakan E-commerce dan Social Commerce dalam Dunia Bisnis?

4 Desember 2023 | marketing

Kasir Pintar

Dalam era digital ini, bisnis online telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. 

E-commerce dan social commerce adalah dua konsep yang sering kali digunakan secara bergantian, tetapi sebenarnya memiliki perbedaan yang signifikan. 

Dalam tulisan ini, kita akan menggali lebih dalam untuk memahami apa yang membedakan antara E-commerce dan Social Commerce dalam dunia bisnis.

1. Definisi dan Lingkup

E-commerce

E-commerce, atau perdagangan elektronik, adalah bentuk bisnis yang melibatkan pembelian dan penjualan barang atau jasa melalui internet. 

Transaksi ini dapat melibatkan konsumen langsung, bisnis ke konsumen (B2C), bisnis ke bisnis (B2B), atau konsumen ke konsumen (C2C). 

E-commerce cenderung bersifat transaksional dan fokus pada pengalaman berbelanja online.

Social Commerce

Social commerce, di sisi lain, merujuk pada penggunaan media sosial dalam konteks aktivitas perdagangan. 

Ini mencakup berbagai elemen, seperti pembelian langsung melalui platform media sosial, ulasan produk, dan rekomendasi dari teman atau influencer. 

Social commerce lebih terfokus pada interaksi sosial dan pengaruh dalam proses pembelian.

2. Platform dan Interaksi Pelanggan

E-commerce

Platform e-commerce umumnya berupa situs web atau aplikasi khusus yang dirancang untuk memfasilitasi transaksi online. 

Pelanggan dapat mencari produk, menambahkannya ke keranjang belanja, dan membayar secara langsung melalui platform tersebut. 

Interaksi pelanggan lebih bersifat transaksional, dan biasanya, tidak melibatkan banyak elemen sosial.

Social Commerce

Platform social commerce menciptakan lingkungan yang memungkinkan pelanggan berinteraksi satu sama lain secara lebih langsung. 

Produk dapat ditemukan dan dibeli langsung melalui media sosial, dan pengguna seringkali dapat memberikan ulasan atau rekomendasi. 

Pengaruh dari teman atau influencer juga memainkan peran besar dalam keputusan pembelian.

Baca Juga: Apa Itu Stok Barang Persediaan? Berikut Ini Definisi dan Penjelasan Lengkapnya!

3. Pengaruh dan Kepercayaan Pelanggan

E-commerce

Dalam e-commerce tradisional, keputusan pembelian seringkali didasarkan pada deskripsi produk, ulasan pelanggan, dan promosi. 

Kepercayaan pelanggan dibangun melalui pengalaman transaksional dan reputasi merek.

Social Commerce

Dalam social commerce, pengaruh sosial memiliki peran yang lebih besar. 

Pelanggan cenderung lebih mempercayai rekomendasi dari teman atau keluarga daripada iklan tradisional. 

Interaksi yang lebih personal dan rekomendasi dari orang yang dikenal meningkatkan tingkat kepercayaan pelanggan.

4. Pembayaran dan Proses Transaksi

E-commerce

Pembayaran dalam e-commerce biasanya dilakukan melalui metode kartu kredit, transfer bank, atau layanan pembayaran digital. 

Proses transaksi bersifat lebih formal dan terstruktur.

Social Commerce

Social commerce sering kali menawarkan kemudahan pembayaran langsung melalui platform media sosial. 

Pelanggan dapat membeli produk tanpa meninggalkan platform, membuat proses pembelian lebih cepat dan mudah.

5. Fokus pada Branding dan Pengalaman Pengguna

E-commerce

Branding dalam e-commerce terutama terkait dengan citra merek, desain situs web, dan kualitas layanan pelanggan. 

Pengalaman pengguna online yang efisien dan ramah menjadi fokus utama.

Social Commerce

Dalam social commerce, branding seringkali terkait erat dengan interaksi sosial. 

Merek yang aktif di media sosial dan memiliki keterlibatan yang baik dengan pengikutnya dapat membangun citra merek yang kuat.

Baca Juga: Cara Optimal Restock dalam Bisnis Online!

Kesimpulan: Menciptakan Kesinambungan Antara E-commerce dan Social Commerce

Meskipun terdapat perbedaan signifikan antara E-commerce dan Social Commerce, banyak bisnis yang berhasil menciptakan kesinambungan antara keduanya. 

Integrasi media sosial dalam strategi e-commerce dapat membantu membangun keterlibatan pelanggan yang lebih besar, meningkatkan kepercayaan, dan menciptakan pengalaman belanja online yang lebih berwarna.

Dengan teknologi terus berkembang, perkembangan E-commerce dan Social Commerce akan terus berlanjut, membuka peluang baru bagi inovasi dan pengalaman belanja yang lebih baik bagi konsumen. 

Penting bagi bisnis untuk terus mengikuti tren ini dan beradaptasi agar tetap relevan di dunia bisnis yang dinamis ini.

Jangan lupa selalu mencatat setiap transaksi pada bisnis Anda dengan menggunakan aplikasi Kasir Pintar ya, karena setiap penjualan itu berharga dan Anda wajib untuk mencatatnya.

Lantas setelah menggunakan aplikasi Kasir Pintar, apa yang nantinya bisa Anda dapatkan ?

- Upload barang atau produk unlimited di database
- Catat transaksi unlimited
- Catat berbagai jenis metode pembayaran
- Terintegrasi dengan Qris untuk pembayaran online
- Cetak & Kirim WhatsApp struk kepada pelanggan
- Laporan penjualan lengkap
- Integrasi toko online

Coba Gratis 30 Hari Tanpa syarat dan jangan lupa untuk menggunakan Kasir Pintar Pro untuk mengetahui semua fiturnya dan merasakan kemudahan dalam menggunakan aplikasi.

Artikel Terkait

Kasir Pintar lazyload
Kasir Pintar

Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar

Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat

Download Sekarang

Lihat Brosur